Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA hari jelang Idul Fitri 1443 H, harga kebutuhan pokok kembali merangkak naik. Harga daging sapi dari Rp140 ribu menjadi Rp165 ribu, bahkan beberapa menembus Rp185 ribu.
Sedangkan harga minyak goreng non-subsidi masih berada di kisaran Rp48 ribu-Rp50 ribu untuk 2 liter.
Ketua Bidang Antar Hubungan Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan kenaikan harga yang sedang terjadi. Ia berharap pemerintah bisa mengatasi masalah itu dengan baik.
“Himbaun untuk masyarakat jangan panik. Insyallah pemerintah pasti bekerja dengan baik supaya harga ini bisa terjangkau, bukan stabil ya bahasanya. Bisa terjangkau. Yang terpenting, yang pertama barang-barang sembako menuju hari raya Idul Fitri ini jangan sampai langka dulu,” ujarnya.
Andrian juga menyatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) untuk mengupayakan penyaluran minyak goreng subsidi.
"Pemerintah sudah mengeluarkan minyak goreng subsidi yang dilakukan oleh produsen-produsen yang tergabung dalam asosiasi. Sekarang Inkoppas sedang bekerja sama dengan GIMNI untuk menyalurkan minyak goreng subsidi ke beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu, Balikpapan, kemudian Dumai yang sekarang kami sedang berproses,” terang Andrian.
Menurut Andrian, masalah minyak goreng subsidi ada pada aspek pendistribusian yang harus patuh aturan-aturan yang berlaku. Pihak Inkoppas saat ini tengah mengurus prosedur penyaluran minyak goreng subsidi.
“Karena minyak goreng subsidi itu kan kita harus mendaftarkan yang D1 (distributor 1) dan D2 (distributor 2) Kemenperin. Kami sedang berproses. Mudah-mudahan saja sebelum Lebaran ini bisa kita kejar supaya bisa didistribusikan ke masyarakat," lanjutnya.
Andrian juga menyoroti larangan ekspor semua produk crude palm oil (CPO) dan turunannya. Meski sudah dilarang, harga minyak goreng di dalam negeri tak kunjung turun. Menurutnya, hal itu dikarenakan produsen minyak goreng terlanjur membeli bahan baku dengan harga tinggi saat awal produksi, sehingga mereka harus menghabiskan produksi tersebut.
“Waktu awal produsen itu membeli tandan ke petani itu sudah tinggi harganya sehingga sekarang harus menghabiskan produksi itu. Walaupun sekarang harga sawit tandan itu sudah menurun sehingga produsen sawit sudah mulai menurunkan harga untuk masalah produksinya seperti itu," tandasnya.
Andrian berharap produsen tidak bermain dengan membeli bahan baku murah, namun tetap menjual minyak goreng dengan harga tinggi.
"Mudah-mudahan saja produsen tidak bermain di situ. Beli tandannya murah tetapi jualnya tetap tinggi. Itu yang bahaya,” pungkasnya. (OL-8)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
MENJELANG Idul Fitri 2024 minyak goreng kemasan merek Minyakita dan Curah mengalami kelangkaan dan mahal di pasar tradisional yang ada di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
HARGA minyak goreng curah atau minyak goreng tanpa merk dengan kemasan plastik di pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat terpantau melambung tinggi, harganya hampir setara
Jika HET minyak goreng curah dinaikkan, sudah barang tentu akan menambah beban masyarakat. Padahal, masalah utamanya ada pada aspek distribusi.
Permasalahan di sisi distribusi diduga yang mendorong pemerintah berencana menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan seusai Lebaran 2024.
MENTERI Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng curah tak bisa dihindari.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan terhadap harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved