Selasa 26 April 2022, 22:42 WIB

Pekerja WFH Tetap Dapat Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pekerja WFH Tetap Dapat Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan

Ist
Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nilakurnia (kanan).

 

KENDATI kasus pandemi covid-19 menurun bukan berarti pandemi telah di Tanah Air. Pemerintah juga masih menyerukan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Bersamaan perekonomian masyarakat mulai menggeliat, pemerintah masih tetap melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia. 

Dalam aturan terbaru yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), setiap wilayah memiliki status PPKM yang beragam mulai dari level 1 hingga level 3.

Khusus bagi daerah yang masuk dalam level 2 dan 3, pemerintah mengimbau kepada sektor non-esensial untuk tetap memberlakukan Work From Home (WFH) bagi sebagian pekerjanya. 

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) selaku badan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja.

BPJAMSOSTEK mendukung sepenuhnya aturan tersebut dengan memastikan bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan kerja saat melakukan WFH  tetap ditanggung BPJAMSOSTEK. 

Baca juga: Peringati May Day 2022, BPJAMSOSTEK Bagikan 4.400 Sembako kepada Pekerja

"Sejak pemerintah resmi mengumumkan status pandemi pada 2 tahun lalu, BPJAMSOSTEK secara cepat merespon perubahan kondisi lingkungan dengan memperluas perlindungan yang kami berikan," jelas Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nilakurnia, Senin (25/4). 

"Sehingga pekerja yang menjalani WFH pun, juga masih mendapat perlindungan dari BPJAMSOSTEK," ucap Roswita. 

Seperti yang dialami Chen Hong, seorang direktur PT. Datang DSSP Power Indonesia, yang meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri ketika sedang menjalani rapat daring dari kediamannya. 

Roswita mengatakan bahwa kejadian yang dialami Chen Hong yang juga merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK ini masuk dalam kategori meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

Dengan demikian, ahli waris dari Chen Hong berhak atas manfaat yang terdiri dari santunan meninggal dunia sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, biaya pemakaman, santunan berkala selama 24 bulan yang dibayarkan secara lump sum.

Beasiswa juga diberikan bagi satu anak Chen Hong. Selain itu secara otomatis, saldo Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki oleh peserta juga turut dibayarkan. 

"Saya atas nama pribadi dan manajemen BPJAMSOSTEK mengucapkan duka cita atas meninggalnya Bapak Chen Hong," kata Roswita.

"Hari ini kami secara simbolis menyerahkan manfaat bagi ahli waris yang diwakili oleh pihak perusahaan. Ini merupakan bukti hadirnya negara melalui BPJAMSOSTEK, untuk melindungi seluruh pekerja dan keluarganya, termasuk para warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia," jelasnya.

"Kami juga mengapresiasi langkah manajemen PT. Datang DSSP Power Indonesia yang telah patuh untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta BPJAMSOSTEK," imbuh Roswita. 

Sementara itu istri dari mendiang Chen Hong yang turut hadir secara daring dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada BPJAMSOSTEK .

istri dari mendiang Chen Hong juga mengatakan seluruh manfaat yang diberikan BPJAMSOSTEL akan digunakan untuk melanjutkan kehidupan dan membiayai pendidikan anaknya. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT. Datang DSSP Power Indonesia Shi Wengang dengan didampingi Lokita Prasetya selaku Wakil Presiden Direktur PT. Datang DSSP Power Indonesia mengapresiasi pelayanan yang diberikan BPJAMSOSTEK.

Meski di tengah kondisi pandemi, BPJAMSOSTEK mampu memberikan pelayanan yang sangat profesional dan respons yang cepat.

Shi Wengang juga berharap perlindungan yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT) dapat terus terlaksana dengan baik dan berkelanjutan, baik bagi warga negara Indonesia (WMI) maupun warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia. 

Kembali Roswita mengimbau kepada seluruh pekerja baik WNI maupun WNA yang bekerja di Indonesia untuk memastikan dirinya terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK agar terlidungi dari risiko saat menjalani pekerjaannya di Indonesia.

"Melalui kejadian ini tentunya kita dapat mengambil pelajaran bahwa risiko dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu saya mengajak untuk memastikan diri kita terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJAMSOSTEK," tutup Roswita. 

BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta

Sementara itu Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta Eko Nugriyanto yang turut serta mendampingi acara penyerahan santunan manfaat program JKK tersebut ikut menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga ahli waris mendiang Chen Hong.

"Berapapun besarnya jumlah santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan, memang tidak akan bisa pernah menggantikan atau mengembalikan jiwa yang hilang," katanya.

"Namun setidaknya santunan ini dapat meringankan dan memberikan secercah harapan bagi ahli waris agar bisa tetap survive dalam memenuhi kebutuhan/kelangsungan hidup dimasa yang akan datang," ucap Eko.

Eko juga sangat mengapresiasi kepada pihak manajemen perusahaan yang telah menyatakan dukungannya secara penuh terhadap BPJAMSOSTEK yakni agar para rekanan diperusahaannya seperti outsourching, pemasok maupun supplier untuk mendaftarkan dan mengikutsertakan seluruh karyawannya ke dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek). (RO/OL-09)
 

Baca Juga

Dok. Kementan

Mentan SYL Dorong Petani Beradaptasi dengan Tantangan Alam

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:21 WIB
Menurutnya, TOT mengenai praktik pertanian ramah lingkungan seharusnya bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diimplementasikan di...
Dok. BNI

HUT Ke-76, BNI Gelar Akad 5.476 Debitur FLPP

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:51 WIB
Pelaksanaan akad massal dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pengembang rumah subsidi dan...
Ist

Pekerja Bukan Penerima Upah Diharap Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:35 WIB
Mulai dari sopir angkutan, pemilik warung, petani, dan pelaku UMKM bisa mengikuti program Bukan Penerima Upah (BPU) diharapkan menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya