Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan untuk segera membentuk dana cadangan. Hal itu dilakukan karena tingkat restrukturisasi kredit telah melandai seiring membaiknya kondisi perekonomian Indonesia.
"Kami meminta perbankan percepat pembentukan dana cadangan. Jadi kami memiliki buffer yang cukup bila kondisi nanti mungkin tidak seperti yang diharapkan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (13/4).
Perbankan, menurut dia, memiliki bantalan yang cukup kuat untuk membentuk dana cadangan. Karenanya, langkah antisipasi itu mesti dilakukan segera agar nantinya tak terimbas tekanan global yang cukup berat.
Restrukturisasi kredit tercatat melandai. Per Februari 2022, OJK mencatat terjadi penurunan Rp16,42 triliun dari bulan sebelumnya dan menjadikan outstanding restrukturisasi kredit di angka Rp638,22 triliun dengan debitur sebanyak 3,7 juta.
Di bulan yang sama, intermediasi perbankan juga melanjutkan tren positif dengan capaian pertumbuhan kredit sebesar 6,33% (year on year/yoy). Penopang utama pertumbuhan kredit itu berasal dari kredit UMKM yang tumbuh 8,75% dan kredit ritel dan korporasi yang tumbuh 5,83%. Risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross perbankan tercatat di level 3,08%.
Baca juga: BI: Respons Kebijakan Suku Bunga hanya Apabila Ada Tekanan dari Inflasi Inti
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan pada Februari 2022 tercatat 11,11%. Pertumbuhan didorong oleh kenaikan tabungan giro sebesar Rp30,1 triliun.
Adapun likuiditas perbankan berada dalam kondisi memadai di mana rasio alat likuid terhadap non core depocit (AL/NCD) berada di level 153,13%. Sedangkan AL/DPK berada di level 34,62% hingga akhir Maret 2022.
"Ketahanan permodalan industri jasa keuangan juga ditunjukkan dengan CAR (capital adequacy ratio) perbankan jauh di atas tresshold, mencapai 25,82%," terang Wimboh.
Sementara penyaluran pembiayaan oleh lembaga jasa keuangan non bank tercatat tumbuh 2,43% dengan peningkatan nilai Rp372 triliun. Penyaluran pembiayaan didominasi oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi. Non performing financing (NPF) tercatat berada di level 3,25%.
OJK, imbuh Wimboh, bakal terus memperkuat koordinasi dengan KSSK untuk menjaga ketahanan sektor keuangan nasional dari guncangan eksternal seperti perang Rusia dengan Ukraina, normalisasi kebijakan di berbagai negara maju, dan lonjakan inflasi di sejumlah negara.(A-2)
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Dinamika ekonomi pada triwulan IV 2025 masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, serta penurunan suku bunga The Fed yang lebih agresif.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
KSSK menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional pada triwulan III 2025 tetap terjaga, sekaligus mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi.
Di tengah peningkatan penyaluran kredit, kualitas kredit tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,22% dan NPL net sebesar 0,84%.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengeklaim stabilitas sistem keuangan nasional pada triwulan II 2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal III 2024 tetap terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved