Selasa 15 Maret 2022, 19:25 WIB

Bersama BI dan DinarStandard, IHLC Luncurkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022

mediaindonesia.com | Ekonomi
Bersama BI dan DinarStandard, IHLC Luncurkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022

Ist
Webinar yang digelar Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dalam rangka peluncuran Indonesia Halal Market Reports 2021/2022, Senin (14/3).

 

BANK Indonesia (BI) bekerja sama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan DinarStandard meluncurkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 pada Senin (14/3).

Laporan ini menyoroti peluang perdagangan dan investasi yang saat ini sedang digalakkan Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama luar negeri, utamanya melalui halal products and services.

Acara yang digelar secara hybrid dari Paviliun Indonesia di Dubai Expo ini didahului dengan seminar daring (webinar) yang dimoderatori oleh Chairman of IHLC Sapta Nirwandar.
 
Hadir sejumlah narasumber antara lain Deputi Gubernur BI Juda Agung sebagai keynote speaker. Sedangkan Konsulat Jenderal RI di Dubai, Uni Emirat Arab Chandra Negara hadir memberikan penutup.
 
Selain itu, hadir pula Rafi-uddin Shikoh selaku CEO and Managing Director of Dinarstandar, Arief Hartaman selaku Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI.
 
Adapun pembicara lain dalam webinar itu ialah Luthfi Husin selaku Corporate Affairs Director of PT Lulu Group Retail serta Ali Charisma selaku Chairman of Indonesian Fashion Chamber.
 
Dalam kesempatan itu, Sapta Nirwandar menyampaikan terima kasih kepada BI yang secara konsisten mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah atau ekonomi halal di Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada BI yang telah berkolaborasi bersama IHLC dan DinarStandar menyelenggarakan acara strategis ini," kata mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini dalam keterangan yang diterima, Selasa (15/3).

Sapta menyampaikan bahwa forum Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 ini penting dan menarik sebab membahas secara khusus dan mendalam mengenai peluang Indonesia dalam industri halal.

"Forum Indonesia Halal Market Report ini sangat menarik dan penting karena membahas bussines oportunity bagi pelaku bisnis di Indonesia yang bergerak di industri halal ini," katanya.


Baca juga: BI : Pengeluaran Domestik Produk Halal Capai US$282 M di 2025


Sapta yang juga menjabat Chairman Indonesia Tourism Forum ini menuturkan bahwa Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 memaparkan hasil temuan di lapangan yang merupakan hasil kolaborasi BI bekerja sama dengan IHLC dan DinarStandard.

Acara yang digelar dalam bahasa Inggris ini sejalan dengan visi Indonesia Maju dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Maruf Amin 2019-2024. "Acara ini sejalan dengan visi Indonesia maju Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin. Bahwa Indonesia akan menjadi pusat dan pemimpin industri halal dunia untuk pasar global," paparnya.

Sebagaimana dikutip dari pengantar laporan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, Sapta menyampaikan bahwa ekonomi halal telah dilihat sebagai suatu mesin penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dan bagi pencapaian visi Indonesia Maju.

"Menyongsong visi ini, Presiden dan Wakil Presiden RI sangat mendukung berbagai kebijakan-kebijakan untuk menjadikan Indonesia siap menjadi poros global bagi ekonomi islami di 2024," ungkap Sapta.

IHLC bersama DinarStandard yang memiliki keahlian dalam ekonomi halal global turut menyajikan Laporan Pasar Halal Indonesia 2021/2022 dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang dapat dijalankan mengenai peluang-peluang perdagangan dan investasi ekonomi halal Indonesia bagi korporasi serta investor nasional dan global.

"Kami terilhami untuk melihat para wirausahawan muda Indonesia, para pemimpin industri, serta kepemimpinan pemerintah seiring sejalan menuju pewujudan potensi peluang ini. Sementara kami mengemukakan fakta, angka-angka, serta strategi-strategi praktis di dalam laporan ini, nilai-nilai yang mendasari ekonomi syariah dan pembiayaan yang setara dan yang menjadi jangkar bagi konsumsi produk dan jasa halal (taat hukum) dan tayyib (sehat, berkelanjutan) lah yang merupakan tren sosial ekonomi menggairahkan kita menjadi bagian darinya," kata Sapta.

Ia melanjutkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkan nilai ekonomi yang sangat besar mengingat kedudukannya sebagai pasar konsumen ekonomi halal terbesar dengan basis produksi yang kompetitif.

"Pada saat yang sama, Indonesia juga bisa berperan sebagai ekonomi panutan bagi negara-negara lain di dunia melalui kebijakan-kebijakan ekonomi syariah dengan tanggung-jawab sosialnya dan dengan menempatkan merek-merek halalnya sebagai juara-juara global," tutupnya. (RO/S-2)

Baca Juga

AFP/Chris Delmas.

Pengiriman Tesla Anjlok akibat Penutupan Sementara Pabrik di Tiongkok

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:08 WIB
General Motors dan Toyota melihat penjualan kuartal kedua mereka di Amerika Serikat masing-masing turun 15% dan...
MI/Adam Dwi.

Insav Festival Diharapkan Cerdaskan Masyarakat Tangkal Investasi Bodong

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 16:46 WIB
Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati mengingatkan maraknya penipuan berkedok investasi yang terjadi belakangan...
Ist

Digital Marketing Bantu Pelaku Usaha Tumbuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:14 WIB
Wadah ini juga bisa melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang dapat membantu meningkatkan penjualan melalui berbagai macam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya