Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan Indonesia akan menghentikan ekspor bahan baku bauksit pada tahun ini, kemudian tembaga pada tahun berikutnya.
Menurut Kepala Negara, bahan baku itu akan dikelola secara mandiri di dalam negeri. Sehingga, bisa menghasilkan nilai tambah. Hal itu dilakukan untuk transformasi ekonomi Indonesia.
"Sudah saya sampaikan berpuluh-puluh tahun selalu mengekspor bahan mentah, sejak VOC loh. Sampai sekarang. Kita tidak mendapatkan nilai tambah," tegas Jokowi, sapaan akrabnya, dalam Dies Natalies ke-46 UNS di Surakarta, Jumat (11/3).
Baca juga: Pembatasan Ekspor Pengaruhi Harga Daging Sapi di Indonesia
"Sejak 2020, sudah saya sampaikan pada menteri, satu-satu kita setop. Nikel setop," imbuhnya.
Presiden menegaskan bahwa pihaknya tidak takut dengan ancaman Uni Eropa. Tepatnya, saat Indonesia menghentikan ekspor bahan mentah. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh dari pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah, jauh lebih banyak.
Lebih lanjut, dia mencontohkan ekspor bahan mentah nikel Indonesia senilai US$1-1,5 miliar atau Rp15-20 triliun sekitar tujuh tahun lalu. Pemerintah kemudian menerapkan hilirisasi dan menghentikan ekspor bahan baku. Keuntungan dari bahan yang diolah naik menjadi US$2,8 miliar atau Rp300 triliun.
Ditambah lagi, keuntungan yang didapat dari pengolahan bauksit, tembaga, emas, berikut komoditas perkebunan dan pertanian. "Tapi begitu kita setop bahan bakal nikel, kita digugat sama Uni Eropa. Belum rampung sampai sekarang," jelas Jokowi.
Baca juga: Presiden Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina
"Enggak apa-apa, Saya sudah perintahkan bauksit tahun ini setop, biar digugat lagi. Tahun depan setop lagi tembaga. Enggak apa-apa digugat terus, belum tentu kita kalah, tapi belum tentu menang. Keberanian itu harus kita lakukan," sambungnya.
Kepala Negara optimistis setelah Indonesia menghentikan ekspor bahan baku, investasi di dalam negeri akan naik. Sejumlah produk, seperti lithium listrik, sodium ion dan semi-conductor, juga akan diproduksi di dalam negeri. Mengingat, adanya ketersediaan bahan baku.
Akan tetapi, Presiden juga meminta negara lain untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga ada alih teknologi. Selain transformasi ekonomi, pemerintah pun mendorong hilirisasi di bidang ekonomi hijau. Potensi sumber energi, seperti hidropower, matahari dan geothermal, bisa dimanfaatkan.(OL-11)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Satgas Terpadu yang bertugas di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan mineral pada Jumat, 5 Desember 2025.
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) buka suara terkait dugaan upaya pengangkutan material tanpa izin di Bandar Udara Khusus Weda Bay yang berada di dalam kawasan IWIP.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan perlunya langkah bersama antara Pemerintah dan DPR dalam memperkuat penataan tata kelola serta tata niaga timah nasional.
Pemindaian sinar X pada sampel asteroid Ryugu mengungkap mineral langka, air, dan senyawa organik.
Salah satu komoditas yang akan difokuskan oleh badan tersebut, kata Bahlil, ialah tanah jarang. Komoditas tersebut saat ini diketahui memiliki harga yang cukup tinggi di pasar global.
AS dan Tiongkok mencapai kemajuan yang meredakan perang dagang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved