Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN harga minyak dunia terus melonjak akibat konflik Rusia-Ukraina, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak naik.
Upaya itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, yang saat ini banyak menggunakan Pertalite. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebut risiko global mengalami eskalasi akibat konflik Rusia-Ukraina.
Situasi konflik pada akhirnya memengaruhi kenaikan harga yang tinggi atas komoditas energi. Mulai dari minyak mentah, batu bara, hingga gas. “Peningkatan harga minyak mentah dunia tentunya berdampak terhadap APBN,” ujar Isa dalam keterangan resmi, Rabu (9/3).
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Makin Runyam, Harga Minyak Komoditas Makin Liar
Secara keseluruhan, kenaikan harga komoditas, termasuk Indonesian Crude Price (ICP), memang berdampak positif pada pendapatan negara, terutama PNBP. Namun, kenaikan harga komoditas juga berdampak terhadap belanja negara.
“Terutama subsidi energi yang menjadikan ICP menjadi salah satu parameter utama dalam perhitungannya,” imbuh Isa.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dunia dan mengukur dampaknya terhadap APBN. Serta, mengambil kebijakan yang diperlukan secara menyeluruh dengan melihat dari sisi potensi penerimaan negara.
Baca juga: Negara-Negara Barat mulai Hentikan Impor Minyak dari Rusia
Kemudian, beban terhadap belanja negara, serta konsekuensi terhadap pembiayaan anggaran. Tentu saja dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, yang baru pulih dari dampak pandemi covid-19.
Di samping itu, pemerintah melakukan monitoring terhadap perkembangan perekonomian. Termasuk, volatilitas harga komoditas terkini dalam rangka antisipasi kebijakan.
Mendukung upaya stabilitas perekonomian nasional, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa perseroan yang berperan dalam mengelola energi nasional, juga sangat mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam penetapan harga produk BBM.
Baca juga: Rusia Umumkan Gencatan Senjata untuk Kemanusiaan di Ukraina
“Kami sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. Meski harga minyak dunia menembus US$130 per barel, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah. Memutuskan harga Pertalite akan tetap di harga jual Rp7.650 per liter,” terang Fajriyah
Menurutnya, harga tersebut tidak berubah dalam tiga tahun terakhir. Saat ini, porsi konsumsi Pertalite merupakan yang terbesar atau sekitar 50% dari total konsumsi BBM nasional. Pemerintah pun terus melakukan pembahasan untuk skenario kompensasi Pertalite, agar stabilisasi harga dapat terjaga.
Selain itu, penyesuaian harga produk juga dilakukan secara selektif. Dalam hal ini, hanya untuk BBM nonsubsidi tertentu. Misalnya, Pertamax Series dan Dex Series, yang porsinya hanya sekitar 15% dari total konsumsi BBM Nasional.(OL-11)
WAKIL Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia tetap memerlukan impor kilang dan BBM pada 2018, karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kilang.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Pertamina menegaskan BBM subsidi untuk nelayan terbagi dalam JBT, JBKP, dan JBU. Nelayan perlu memahami perbedaannya agar akses BBM tepat sasaran.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved