Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
BUDAYA berbagi dan menerima hadiah menjadi hal yang lumrah terjadi dan berkembang di Indonesia. Momen dalam memberikan hadiah melingkupi seluruh proses kehidupan seseorang, mulai dari lahir, ulang tahun, menikah, hingga meninggal.
Namun tidak jarang, seseorang kerap mengalami kendala dalam menentukan hadiah yang memiliki manfaat fungsional bagi penerimanya. Sehingga, seringnya hadiah bersifat sebagai formalitas dan kurang memberikan kebermanfaatan.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh TechNavio, pasar gift & souvenir memiliki proyeksi untuk mengalami pertumbuhan hingga USD11,8 miliar secara global selama periode 2021 hingga 2025.
Peluang inilah yang dilihat oleh Wilson Gunawan selaku founder dari Howel and Co dalam membangun brand.
Karena keresahan Wilson akan kurang bermanfaatnya beberapa hadiah dan souvenir yang beredar di pasaran saat ini, hadirlah Towel Boss sebagai awal mula Howel and Co.
Baca juga: Mentan Pastikan Stok Sapi Siap Potong Aman Hingga Lebaran
Towel Boss hadir dengan fokus pada gift handuk custom yang dibordir sesuai keinginan konsumen, seperti nama penerima hadiah, sehingga dapat memberikan kesan yang lebih dari sebuah hadiah.
Hadiah yang dipesan dapat menjadi hadiah yang bukan sekedar formalitas belaka, namun dapat menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat.
Hadir dengan desain kotak yang mewah, Towel Boss ingin membawa kesan eksklusif untuk penerima ketika menerima hadiah.
Guna mengekspansi marketnya, di tahun ke-30, Towel Boss melakukan pivot dan rebranding menjadi Howel and Co.
Howel and Co hadir sebagai brand perluasan, yang tidak hanya menjual kategori handuk, namun dapat menjadi market leader di Indonesia sebagai brand penyedia hadiah yang berkesan untuk segala kesempatan.
Melihat potensi besar pada industri gift & souvenir secara global, dan didukung dengan perubahan perilaku masyarakat dalam berinteraksi akibat pandemi, menjadi kesempatan Howel and Co semakin berkembang, hadir untuk masyarakat.
Pada April 2021, Howel and Co bekerja sama dengan Sharkmind guna menaikkan penjualan dengan skema performance based.
Sharkmind adalah perusahaan bisnis dan marketing partnership yang berdiri di tahun 2018 dan sudah fokus dalam membantu para partner dalam menjalankan digital marketing untuk para partnernya
Sharkmind mendukung Howel and Co dalam melipat gandakan omzet hingga empat kali lipat dalam kurun waktu kurang dari 8 bulan.
Atas pencapaian tersebut, Howel and Co bersama Sharkmind secara sah menjadi mitra bisnis pada Juli 2021.
Sharkmind bertindak sebagai jajaran shareholder dan direksi Howel and Co dalam mendukung visi founder, Wilson Gunawan.
“Ke depannya Howel and Co bermaksud membangun platform dan memperlebar kategori produk untuk menjadi brand nomor 1 di Indonesia sebagai penyedia produk hadiah bagi masyarakat” ujar Freddy Ferdinand, CEO Sharkmind dalam keterangan pers, Rabu (2/3).
Howel and Co menyambut baik kerja sama bersama Sharkmind, dan akan terus mengupayakan produksi produk gift berkualitas.
Sharkmind sendiri percaya akan dapat mengembangkan bisnis dalam mencapai growth dengan model bisnis yang tepat.
“Kami percaya yang dibutuhkan bukanlah investasi dalam bentuk uang saja, namun lebih kepada model bisnis direct to customer brand untuk mempercepat growth. Yaitu dengan core team, pengetahuan bisnis, network, dan kebersamaan anggota tim setiap harinya,” tambah Freddy Ferdinand,
Howel and Co menggandeng Sharkmind yang telah memiliki pengalaman di multi industri dalam membantu proses pertumbuhan brand yang lebih cepat.
Sharkmind sebelumnya telah memiliki portofolio di industri lain yaitu skin care lewat brand Trueve dan berbagai brand lain sebagai kliennya. (RO/OL-09)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
DIKENAL dengan karya seni mural yang telah mendunia, seniman yang dikenal dengan sisi misteriusnya yang enggan mengungkap identitas aslinya, Darbotz, kini hadir dengan karya baru.
Lebih dari 3500 pelaku UMKM telah menerima pelatihan dasar, sementara 170 UMKM terpilih menjalani pendampingan mendalam.
Ia menilai antusiasme pelaku UMKM maupun masyarakat menunjukkan bahwa produk kreatif Tangsel semakin diterima dan dibanggakan selama empat hari pelaksanaan festival.
Mengusung tema Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries, TEI tahun ini menyoroti potensi produk lokal yang semakin diminati pasar global.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
Vannoe menghadirkan rangkaian solusi unggulan seperti videotron, kiosk, dan interactive flat panel (IFP) yang menyatukan teknologi, seni, dan kolaborasi.
Gelaran tahunan Government Procurement Forum & Expo (GPFE) atau forum dan pameran pengadaan keperluan pemerintah 2025 sukses diselenggarakan pada 23-25 Juli 2025.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melaksanakan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
"Masyarakat lebih memilih produk dari Tiongkok yang lebih murah, dibandingkan produk lokal. Terlebih kemarin ada info masuknya produk impor dari Tiongkok secara ilegal."
SANTRI sebagai generasi bangsa menjadi tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui memperkuat produk asli milik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved