Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga minyak mentah sempat naik dan menyentuh US $100 (Rp Rp1.436 000, kurs Rp14.360) per barel, sebelum akhirnya kembali turun ke zona US $91,50/barel (Rp1.313.940) dan ditutup menguat tipis sebesar 2% pada akhir sesi perdagangan Kamis (24/2).
"Lonjakan dan volatilitas yang terjadi pada harga minyak disebabkan oleh serangan Rusia atas Ukraina pada Kamis pagi kemarin, sehingga mendorong kekhawatiran pasar terhadap potensi ketidakstabilan di sektor energi di wilayah Eropa," kata Girta Yoga, Research & Development ICDX, Jumat (25/2).
Serangan dilancarkan hari Kamis pagi, setelah siaran televisi Rusia yang meminta militer Ukraina untuk meletakan senjatanya. Paska siaran tersebut, suara ledakan pun terdengar di sejumlah wilayah Ukraina. Menanggapi serangan yang dilancarkan oleh Rusia, AS menerapkan sanksi baru yang menargetkan kondisi ekonomi Rusia terutama pada sektor perbankan dan transaksi dalam mata uang lain.
Dalam jangka menengah, harga minyak mentah relatif masih berada dalam zona naiknya, dengan support terdekat yang perlu diperhatikan berada di areal US $92,50 (Rp1.328.300) per barel dan resistance terdekat di area US $97,90 (Rp1.405.844) per barel.
"Support terjauhnya berada di areal US $91 (Rp1.306.760) hingga ke areal US $89,50 (Rp1.285.220) per barel. Sedang untuk zona resistance terjauhnya berada di areal US $100/barel (Rp1.436.000) hingga ke zona US $107,50/barel (Rp1.543.700)," kata Girta.
Selain harga minyak mentah, harga emas dunia juga mengalami kenaikan ke zona US $1.905 (Rp27.355.800) per troy ons menguat 0,14% dari harga perdagangan sebelumnya yang sempat merosot ke zona US $1.878 (Rp26.968.080) per troy ons.
"Harga emas sempat turun dikarenakan Presiden AS Joe Biden mengeluarkan sanksi terhadap Rusia, namun pada hari ini harga emas dunia kembali menguat setelah Presiden Vladimir Putin menyatakan operasi militer," kata tim Research and Development ICDX.
Perkembangan geopolitik saat ini, dalam berita yang beredar pada Kamis malam waktu setempat, terjadi ledakan terus menerus di ibukota Ukraina yakni Kiev, yang terdengar sampai di daerah lainnya setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina demi membela saparatis di wilayah Ukraina timur yaitu Donesk dan Luhansk serta menempatkan sejumlah pasukan militer untuk menjaga perdamaian.
Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas, membuat pelaku pasar memburu produk emas sebagai aset lindung nilai/safe heaven, sehingga permintaan akan produk emas tinggi menyebabkan harga emas naik
Harga emas naik dengan support saat ini beralih ke area US $1.870 (Rp26.853.200) dan resistance terdekat berada di area US $1.923 (Rp27.614.280).
Sedangkan support terjauhnya berada di area US $1.858 (Rp26.680.880) hingga ke area US $1.827 (Rp26.235.720). Sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US $1.958 (Rp28.116.880) hingga ke area US $2.000 (Rp28.720.000) per troy ons. (OL-12)
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved