Senin 07 Februari 2022, 14:59 WIB

BEI Optimistis Lebih Banyak Unicorn Akan Tercatat di Bursa

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BEI Optimistis Lebih Banyak Unicorn Akan Tercatat di Bursa

ANTARA/Hafidz Mubarak A Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/356190/bei-akan-pasang-papan-pemantauan-bagi-saham-rp50
Ilustrasi

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis terhadap prospek dan kinerja pasar modal Indonesia pada 2022. Untuk mendukung proyeksi tersebut, BEI mengakomodasi perusahaan-perusahaan new economy di bidang teknologi, atau perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari US$1 miliar alias unicorn untuk tercatat di BEI, melalui berbagai terobosan baru terutama dalam penyesuaian peraturan pencatatan.

Belum lama ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberlakukan aturan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM), dilanjutkan dengan Bursa yang melakukan penyesuaian Peraturan Bursa No I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memberikan pintu yang luas bagi perusahaan dari sektor new economy untuk dapat tercatat di Bursa.

"Kita lakukan penyesuaian terhadap Peraturan Pencatatan Saham No I-A. Kita sadar ada perubahan dan perkembangan model bisnis yang kategorinya new economy," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangannya, Senin (7/2).

Nyoman mengatakan, saat ini proyeksi perusahaan dari sektor new economy untuk meramaikan pasar modal Indonesia cukup tinggi. Dia bilang, terdapat 15 unicorn di ASEAN dan 9 diantaranya berasal dari Indonesia. Sementara itu, tidak kurang dari 37 centaur, perusahaan rintisan dengan valuasi antara US$100 juta - US$1 miliar, atau 38% dari jumlah centaur di Asia Tenggara berasal dari Indonesia.

"Kita sudah bertemu dengan sekitar 50 unicorn dan centaur di Indonesia, 15 di antaranya telah menyatakan rencana go public. Tentu ini hal yang menggembirakan bagi kita," ucap Nyoman.

Dia menjelaskan, melalui Peraturan No I-A BEI memperkenalkan mekanisme perpindahan papan yang dinamis, dengan mengakomodasi adanya promosi dan demosi, memberikan notasi khusus bagi perusahaan dengan karakteristik tertentu, serta penyesuaian definisi free float dengan melihat bagaimana penerapan bursa-bursa global.

"Tujuan dari penyesuaian Peraturan Bursa No I-A antar lain untuk menjaga competitiveness kita setelah dilakukan benchmarking dengan bursa global, serta menegaskan discrepancy persyaratan antar papan pencatatan yang belum dibedakan secara signifikan," terang Nyoman.

Dengan disesuaikannya peraturan tersebut, dia berharap Bursa dapat lebih kompetitif dengan bursa global, dengan meningkatkan jumlah perusahaan tercatat namun tetap memperhatikan kualitas perusahaan tercatat.

"Manfaat terhadap perubahan peraturan ini juga dapat meningkatkan perlindungan investor publik serta meningkatkan likuiditas saham di BEI," pungkas Nyoman. (Mir)

Baca Juga

DOK Kementerian PU-Pera.

Kementerian PU-Pera Tetapkan Pemenang Sayembara Bangunan Gedung di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:59 WIB
Para pemenang akan mendapat penghargaan berupa uang tunai dengan rincian juara I sebesar Rp500 juta, juara II sebesar Rp250 juta, dan juara...
Antara/Oky Lukmansyah.

Pembayaran Digital Lebih Disukai Konsumen karena Mudah

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:56 WIB
Di 2025 akan ada 125 juta pengguna baru  e-wallet. Ini akan membuat Indonesia menjadi negara pengguna e-wallet terbanyak di Asia...
ANTARA/Aprillio Akbar

Indonesia Pimpin Pasar E-Commerce di Asia Tenggara

👤Miskah Syifa Putri  🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:54 WIB
Indonesia memimpin dengan pangsa traffic mobile tertinggi yaitu 81%, diikuti Thailand (74%), Filipina (71%), Singapura (70%), Malaysia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya