Kamis 13 Januari 2022, 10:42 WIB

Memperkuat Bisnis dan Ekosistem, bank bjb Bersinergi dengan Bank Bengkulu

mediaindonesia.com | Ekonomi
Memperkuat Bisnis dan Ekosistem, bank bjb Bersinergi dengan Bank Bengkulu

DOK BANK BJB

 

SAAT ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengubah pengelompokan perusahaan perbankan dari sebelumnnya Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti atau KBMI. Pengelompokan ini berlaku untuk seluruh bank umum, Kantor Cabang Bank Luar Negeri (KCBLN) serta bank umum syariah.

Perubahan kategorisasi tersebut diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 /POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang dirilis pada Agustus 2021 lalu dan sebelumnya telah disahkan pada 30 Juli 2021. Meski terdapat perubahan, OJK menjamin bahwa kategorisasi yang baru tidak akan membebani perbankan dalam menjalankan usahanya, bahkan membuka peluang bagi perbankan untuk saling berbagi infrastruktur untuk menciptakan perbankan yang lebih kuat dan efisien.

"Dengan adanya POJK 12 ini dapat mempermudah perbankan dalam mengembangkan bisnis nya, baik untuk melakukan transformasi dan akselerasi digitalisasi maupun sinergi perbankan yang dapat meningkatkan efisiensi bagi operasional perbankan," kata Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Salah satu bentuk implementasinya pada Selasa, 11 Januari 2022 di Jakarta, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu Ikhwanul Okti beserta Komisaris Utama Independen Bank Bengkulu Ridwan Nurazi  telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk bersinergi dalam rangka pengembangan usaha kedua belah pihak. Siinergi yang akan dilakukan tidak terbatas pada penggunaan infrastruktur bersama khususnya teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, likuiditas, pembiayaan bahkan permodalan mengingat Bank Bengkulu saat ini berada pada kelompok KBMI 1 dengan modal inti sebesar Rp1 trilliun (per September 2021).

Kedua bank ini kita ketahui memiliki kinerja yang baik di mana bank bjb sampai dengan September 2021 memiliki total aset hampir Rp160 trilliun, laba bersih sebesar Rp1,4 trilliun, dan tingkat NPL 1,3%. Sedangkan Bank Bengkulu memiliki total aset sebesar Rp8,6 trilliun, laba bersih sebesar Rp73 milliar, dan tingkat NPL 0,88%.

Dengan bersinergi tentu akan memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak BPD tersebut. Bahkan Direktur Utama bank bjb menyatakan bahwa bank bjb sangat terbuka untuk kolaborasi, tidak terbatas pada Bank Bengkulu saja, tidak menutup kemungkinan bank bjb akan bersinergi dengan BPD yang lainnya juga dalam waktu dekat. Tentunya sinergi yang dilakukan haruslah memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak, jadi dalam kerangka pengembangan bisnis bersama.

Kita ketahui bank bjb merupakan BPD terbesar di Indonesia dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan oleh BPD secara bersama. Sebagai contoh untuk infrastruktur IT, saat ini bank bjb sudah memiliki produk-produk digital seperti DIGI dan DigiCash bank bjb, (QRIS), bjb e-Tax, Social Fund Transfer untuk penyaluran dana Bantuan, Cash Management System, dan Loan Onboarding untuk pengajuan kredit melalui aplikasi.

Lalu bjb University yang merupakan Corporate University bank bjb pun dapat dipergunakan untuk pengembangan SDM bersama. BPD yang bersinergi tentunya dapat memanfaatkan hal-hal tersebut secara bersama-sama untuk efisiensi.

Dengan dilakukannya sinergi, dari sisi kemampuan pembiayaan akan meningkat mengingat bank bjb dengan modal yang jauh lebih besar akan mampu menyerap kebutuhan kredit dengan nilai yang lebih besar. Misalnya untuk pembangunan infrastruktur daerah maupun project strategis yang ada di wilayah Bengkulu. Sehingga dapat dilakukan pembiayaan bersama dengan Bank Bengkulu, tidak perlu kepada perbankan lain. Hal ini sejalan dengan penguatan peran BPD sebagai agen pembangunan daerah. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok.MI

Presiden: Ekspor Bahan Mentah Akan Disetop, dengan Resiko Apapun

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:50 WIB
Ia menegaskan jika tidak segera dihentikan, maka Indonesia akan menjadi negara pengekspor bahan mentah sejak zaman...
Dok. Pribadi

Tingkatkan Pencegahan Covid-19 di Tempat kerja, ILO Gandeng PHRI dan Apindo 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:49 WIB
Kerja sama itu mendorong partisipasi dari anggota asosiasi untuk mengikuti layanan penilaian risiko penularan Covid-19 di tempat...
AFP/Adem Altan.

Perusahaan Turki Hentikan Produksi akibat Pasokan Gas Iran Terhambat

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:47 WIB
Iran memasok 16% dari kebutuhan gas alam Turki dalam 10 bulan pertama pada 2021, menurut data resmi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya