Rabu 12 Januari 2022, 09:56 WIB

Kementerian ESDM Tegaskan Ekspor Batu Bara Masih Dilarang hingga 31 Januari

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kementerian ESDM Tegaskan Ekspor Batu Bara Masih Dilarang hingga 31 Januari

ANTARA/Nova Wahyudi
Pekerja memeriksa kualitas batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatra Selatan.

 

DIREKTUR Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengungkapkan belum ada rencana menghentikan larangan ekspor batu bara sampai saat ini. Kebijakan itu masih terus berlaku sampai sebulan ini.

"Masih berlaku sampai 31 Januari 2022 (larangan ekspor batu bara)," ujarnya dalam Economic Challenge yang disiarkan Metro TV, Selasa (11/1) malam.

Ridwan juga menuturkan 14 kapal muatan batu bara yang siap dilepas ternyata belum diputuskan secara pasti kapan akan diekspor. Menurutnya, para menteri terkait akan merapatkan hal tersebut pada hari ini, Rabu (12/1).

Baca juga: Larangan Ekspor Batu Bara Berdampak Positif ke PLN

Di satu sisi, Dirjen Minerba ESDM mengakui larangan ekspor batu bara berdampak positif ke PT PLN (Persero) dengan jaminan pasokan komoditas tersebut tersedia untuk kelancaran listrik di Tanah Air.

Pasalnya, PLN sempat mengabarkan, akibat krisis pasokan batu bara pada Desember 2021 lalu, diperkirakan bakal terjadi pemadaman di seluruh wilayah Jawa, Madura, dan Bali karena 17 pembangkit kekurangan pasokan. Dampaknya, 10 juta pelanggan PLN terancam mengalami pemadaman listrik.

"'Secara volume, kebutuhan PLN semula dikhawatirkan akan mematikan 17 PLTU dengan sejumlah gigawatt, sekarang rata-rata dapat dicapai mendekati 15 Hari Operasi (HoP)," jelasnya.

Sebelum adanya larangan ekspor batu bara, Ridwan mengatakan efektivitas dari kewajiban kontrak PLN dengan mitra atau supplier kurang dari 60%. Namun, saat ini, para pengusaha tambang sudah memasok 80% untuk kebutuhan batu bara dalam negeri.

"Laporan dari PLN menunjukkan perbaikan. Memang dari hari ke hari masih dinamis, kita akan menunggu saat-saat terakhir (Januari ini). Tapi per hari ini secara volume pasokan sudah memadai," ucapnya.

"Kita tunggu sekarang adalah delivery atau ketersampaian batu baru ke PLTU-nya. Ini yang masih diperjuangkan sekarang oleh kami," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pasokan batu bara biasanya berada di angka 10,7 juta metrik ton (MT), sekarang menjadi 16,2 juta MT akibat pelarangan ekspor batu bara oleh pemerintah.

Pasokan ini didapat dari tambahan 2,9 juta MT pada Desember 2021. Lalu tambahan lagi 3,4 juta MT pada 6 Januari 2021, kemudian ada 2,1 juta MT di 9 Januari 2021.

"Sehingga ada peningkatan volume delivery dari batu bara yang bisa mengeleminasi jangka pendek (ancaman) soal pemadaman, kemudian tentu saja krisis ini bisa diperbaiki," tegasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

Mendag Sebut Harga Bahan Pokok Berangsur Turun 

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:58 WIB
Saat ini, dia katakan, harga barang pokok sudah berangsur turun signifikan. Harga cabai rawit merah saat menjelang Nataru sempat tembus...
DOk. HCMl

Lapangan Gas MAC HCML Siap Berproduksi 

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 18 Januari 2022, 22:50 WIB
Saat ini, perusahaan sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Petrokimia Gresik, PT Bayu Buana Gemilang, dan PT Inti...
Antara/Fakhri Hermansyah

Gunung Prisma Dorong Penerapan Ekonomi SIrkular di Industri Baja 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 18 Januari 2022, 22:48 WIB
"Melalui penyediaan bahan konstruksi berbahan baja yang didapatkan dari produsen dengan teknologi hijau dan solusi yang berkelanjutan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya