Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI perekonomian global diyakini akan banyak memunculkan tantangan bagi 57 negara anggota Islamic Development Bank (IDB).
Meski demikian, masih tetap ada harapan dan kesempatan bagi kemajuan dan pembangunan negara anggota.
Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam forum pertemuan IDB 2016 di Jakarta, Selasa (17/5) malam.
"Saya optimistis IDB mampu membantu untuk membawa dan menghasilkan sesuatu yang positif," ujar Kalla.
Namun, ia berpesan, untuk mencapai itu, harus dibuat banyak perencanaan dan persiapan sesuai dengan kondisi yang ada.
Salah satunya ialah perlunya stimulus yang baik dan besar untuk menunjang perbaikan pertumbuhan ekonomi setiap negara.
"Butuh usaha yang keras dari semua anggota IDB. Kondisi ini merupakan wake up call bagi kita untuk berkolaborasi lebih baik, kerja sama menggerakkan roda ekonomi," imbuhnya.
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menambahkan, IDB telah menjadi rekan penting untuk pembangunan di Indonesia.
Dukungan yang diberikan lembaga itu juga sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
"Bersama IDB, Indonesia mampu mendanai area-area penting dalam pembangunan, seperti infrastruktur dan pembangunan sektor swasta. Kesuksesan ini diharapkan terus berkembang," ucap Bambang.
Pada kesempatan yang sama, Presiden IDB Ahmad Mohamed Ali mengumumkan kerja sama member country partnership strategy (MCPS) kedua dengan Indonesia, yang nilainya mencapai US$5,4 miliar untuk periode 2015-2020.
MCPS pertama telah dilakukan pada periode 2011-2014.
Menurut Ali, jumlah dana yang sudah diberikan IDB Grup kepada Indonesia sejak pertama kali didirikan telah mencapai US$113 miliar, termasuk US$12 miliar untuk tahun lalu.
"Jumlah yang besar, tapi masih ada tantangan yang dihadapi dunia saat ini yang memerlukan sebuah peningkatan sistemis dari IDB agar bisa membantu menjadi motor penggerak berbagai negara," urainya. (Arv/E-1)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved