Kamis 09 Desember 2021, 08:35 WIB

Harga Batu Bara Turun 25,6 Persen jadi 159,79 dolar AS per ton

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Batu Bara Turun 25,6 Persen jadi 159,79 dolar AS per ton

dok.Ant
Tongkang bermuatan batu bara

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan bulan ini sebesar 159,79 dolar AS per ton, 55,22 dolar AS atau turun 25,6 persen dibandingkan harga bulan lalu yang sempat menyentuh 215,01 dolar AS per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penurunan harga ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan pemerintah Tiongkok dalam menjaga kebutuhan batu bara domestik mereka.

"Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan produksi batu bara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batu bara domestik Tiongkok serta kebijakan pengaturan harga batu bara oleh pemerintah setempat," ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (9/12).

Agung menambahkan penurunan harga batu bara acuan bulan ini juga disebabkan oleh masih berlangsungnya krisis energi diikuti kenaikan komoditas energi fosil di luar batu bara.

"Peralihan penggunaan batu bara global akibat melonjaknya harga gas dan minyak bumi mulai pulih," jelasnya.

Penurunan harga batu bara acuan bulan ini merupakan kali pertama setelah hampir sepanjang tahun mengalami lonjakan harga.

Tahun ini, harga batu bara acuan dibuka pada level 75,84 dolar AS per ton pada Januari. Kemudian, kenaikan signifikan terjadi secara beruntun hingga November pada angka 215,01 dolar AS per ton.

Sebagai informasi, harga baru bara acuan merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya dengan kualitas yang disetarakan pada 6.322 kilokalori per kilogram GAR, total kelembaban 8,0 persen, total sulfur 0,8 persen, dan abu 15 persen.

Terdapat dua faktor turunan yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara acuan yaitu, penawaran dan permintaan.

Pada faktor turunan penawaran dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara penyuplai hingga teknis di rantai pasok, seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti gas alam cair, nuklir, dan hidro.

Nantinya, harga batu bara bulan ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut selama satu bulan ke depan. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Minyak Naik Imbas Ketakutan Omicron Menurun

 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIANTO

Indonesia Percepat Jangkau Konektivitas 12.500 Desa

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 26 Januari 2022, 18:16 WIB
"Rencana awalnya ini akan diselesaikan di tahun 2032. Tetapi kita akan percepat 10 tahun. Tahun ini atau tahun depan target akan...
ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Indonesia Pimpin Pembahasan Isu Digital di G20

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:59 WIB
Dalam konteks digital, pandemi telah mengakselerasi perekonomian beralih ke digital. Namun dalam praktiknya, menunjukkan digital melebarkan...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Pemberdayaan Masyarakat Rumpin

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:56 WIB
Program yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat itu akan terus dikembangkan guna mendukung budi daya pertanian yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya