Rabu 24 November 2021, 19:29 WIB

Capai Visi 2045, Penerapan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Makin Digencarkan 

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Capai Visi 2045, Penerapan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Makin Digencarkan 

Dok. Pribadi
Webinar mengenai ekonomi berbasis pengatahuan

 

INDONESIA berlomba untuk mencapai Visi 2045: menjadi ekonomi terbesar kelima secara global yang didorong oleh ekonomi pengetahuan. Capaian ini membutuhkan investasi dalam pengetahuan dan inovasi untuk mengatasi masalah kebijakan penting seperti penanggulangan Covid-19. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menjelaskan, pihaknya telah menyusun enam strategi besar dalam Transformasi Ekonomi Indonesia yang diharapkan mampu menjadi game-changers menuju Indonesia Maju 2045. 

“Pandemi telah mendisrupsi kehidupan kita, tetapi juga mendorong percepatan perubahan untuk melakukan kemajuan ke depan. Tantangan ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama. Maka, tidak ada cara lain kecuali dilakukan sebuah transformasi ekonomi yang memperhitungkan keadaan dunia. Kolaborasi triple helix antara pemerintah, swasta, dan lembaga riset menjadi penting untuk bisa menjawab kebutuhan kompleksitas ekonomi ke depan, didorong oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Suharso dalam webinar Menuju Visi Indonesia 2045: Transformasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan dan Inovasi yang digelar Bappenas bersama Knowledge Sector Initiative (KSI), Rabu (24/11). 

Australia merupakan mitra penting dalam mencapai Visi Indonesia 2045. Membuka diskusi, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams menyatakan komitmen negaranya untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan pembangunan antara Australia dan Indonesia.  

“Sebagai sahabat dekat dan tetangga, Australia siap melanjutkan kemitraan dengan Indonesia dalam mencapai agenda berbasis pengetahuannya.” kata Dubes Williams.  

Untuk mewujudkan ekonomi pengetahuan di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memainkan peran penting dalam menetapkan arah penelitian dan pengembangan negara. Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri, menjelaskan, BRIN akan memprioritaskan sektor iptek untuk investasi jangka panjang. BRIN akan menciptakan fondasi berbasis penelitian yang kuat dan berkelanjutan yang berfokus pada ekonomi digital, hijau, dan biru. 

Regional Director for Equitable Growth, Finance, and Institutions (EFI) Group for East Asia Pacific of the World Bank, Hassan Zaman menyampaikan pentingnya penelitian dan inovasi bagi pembangunan ekonomi dengan memberikan contoh dari negara lain. 

Baca juga : Tingkatkan Tata Kelola Arsip, Kemendes PDTT Gelar Rakornas Bersama ANRI

Dalam pandangannya, dibutuhkan lebih banyak kebijakan berbasis bukti yang dikembangkan melalui kolaborasi dan kemitraan yang lebih luas untuk mendorong pembangunan ekonomi. 

Executive Secretary of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific, Armida Alisjahbana menjelaskan, pentingnya kolaborasi dengan para pemangku kepentingan UN-ESCAP untuk membantu Indonesia bertransformasi menjadi ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.  

Chief Executive Officer Asakreativita, Vivi Alatas, memberikan rekomendasi kebijakan tentang bagaimana ekonomi berbasis pengetahuan dapat membantu mengentaskan kemiskinan. 

Selain itu, Executive Manager of Commercialisation at the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Werner van der Merwe, memberikan contoh bagaimana Australia berhasil mengubah penelitian menjadi inovasi.   

Dalam memperkuat kolaborasi pengetahuan antara kedua negara, Pro Vice-Chancellor and President of Monash University Indonesia, Profesor Andrew MacIntrye, membahas bagaimana pengetahuan bilateral dan kolaborasi penelitian antara Australia dan Indonesia berpotensi berperan dalam penciptaan pengetahuan dan inovasi di sektor penelitian dan pengembangan serta dalam komersialisasi untuk digunakan dalam industri, untuk berkontribusi pada ekonomi digital-hijau-biru Indonesia. 

Transformasi ekonomi menuju ekonomi berbasis pengetahuan adalah kunci untuk pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif. Kebijakan progresif diperlukan untuk memastikan ekosistem pengetahuan dan inovasi Indonesia menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi. Melalui diskusi kebijakan ini, Pemerintah Indonesia dan Australia menunjukkan pentingnya transformasi ekonomi berbasis pengetahuan untuk mencapai Visi Indonesia 2045. (RO/OL-7)

Baca Juga

DOK ELECTRONIC CITY

Electronic City telah Hadir di Manado Town Square 3

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 21:12 WIB
Electronic City Mantos 3 hadirkan program gratis belanja dan potongan...
DOK MAYBANK INDONESIA

Maybank Catat Laba Bersih RM1,68 Miliar Pada Sembilan Bulan Pertama 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 20:09 WIB
Pendapatan menurun secara kuartalan akibat kinerja perekonomian melemah di kuartal ketiga...
DOK Pribadi.

Setelah Rumah Subsidi, Arrayan Group Mulai Garap Properti Komersial

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 19:53 WIB
Adapun tahap awal akan dibangun sekitar dua klaster hunian di Grand Cikarang City 1 dengan harga mulai dari Rp300 jutaan hingga Rp700...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya