Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KAUM perempuan memang tidak dilepaskan dari aksesoris. Salah satu aksesoris tersebut adalah sepatu. Tidak mengherankan jika ada beragam fakta unik seputar sepatu dari aspek sejarah hingga riset alas kaki kaum hawa.
Salah satunya, sepatu hak tinggi kali pertama hadir di abad ke-17 dan dipakai laki-laki untuk menunjukkan status sosial mereka. Lalu ada riset menyebut, perempuan di Amerika rata-rata punya 19 pasang sepatu di lemari mereka.
Baca juga: Sandiaga Uno Berkomitmen Promosikan Produk Lokal
Berkaca pada kecintaan kaum hawa pada alas kaki, Viditi mengembangkan model sepatu dengan model beragam. Koleksi Wilda by Viditi misalnya, menampilkan bahan kulit yang nyaman dengan tiga pilihan warna yakni hitam, putih, dan krem. Warna-warna klasik ini dilengkapi hak setinggi 4 cm dengan rentang ukuran kaki 35 sampai 40. Harganya juga sangat ramah di kantong. Masih mengandalkan bahan kulit, koleksi Agatha mengusung hak setinggi 7 cm. Pilihan warnanya sama dengan Wilda namun ditambah warna hijau.
Beberapa perempuan tampak lebih percaya diri dengan sepatu hak tinggi. Viditi merespons ini dengan merilis seri Whitney dengan hak setinggi 9 cm warna hitam, khaki, putih, dan apricot. Seri yang ini pun enggak bikin kantong bolong. Owner Viditi, Vincent, menjelaskan, koleksi yang terus diperbarui dan harga yang ramah adalah karakter Viditi sejak awal.
“Viditi sejak awal menonjolkan karakter yang kuat dan mudah dicintai perempuan Indonesia. Lewat koleksinya yang beragam, kami membuktikan merek lokal berkualitas baik dan telah dipasarkan secara internasional bisa dimiliki dengan harga yang masuk akal,” kata Vincent lewat siaran persnya.
Untuk memudahkan pencinta mode bertemu Viditi, Vincent menyebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Shopee. Kini, belanja sepatu semudah menyentuh layar ponsel. Ragam model Viditi disambut hangat konsumen.
Mereka pun mengunggah foto koleksi sepatu berbahan glossy disertai status teks 'Hati-hati heels ini bisa buat kalian jatuh hati. Warna apa yang buat kalian jatuh hati?' (RO/A-1)
Founder Jenama lokal Unerd, Yoseph Putera Soesanto, menegaskan bahwa kualitas brand lokal saat ini sudah mampu diadu dengan deretan brand internasional ternama.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
DIKENAL dengan karya seni mural yang telah mendunia, seniman yang dikenal dengan sisi misteriusnya yang enggan mengungkap identitas aslinya, Darbotz, kini hadir dengan karya baru.
Lebih dari 3500 pelaku UMKM telah menerima pelatihan dasar, sementara 170 UMKM terpilih menjalani pendampingan mendalam.
Ia menilai antusiasme pelaku UMKM maupun masyarakat menunjukkan bahwa produk kreatif Tangsel semakin diterima dan dibanggakan selama empat hari pelaksanaan festival.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved