Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menilai proyeksi ekonomi Indonesia di 2021 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan International Monetary Fund (IMF) terlalu rendah. Pengambil kebijakan meyakini ekonomi nasional akan tumbuh lebih tinggi dari yang diperkirakan dua lembaga internasional tersebut.
OECD memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di angka 3,7% di 2021 dan 4,9% di 2022. Sedangkan IMF memperkirakan Indonesia akan mengalami pertumbuhan 3,2% di 2021 dan 5,9% di 2022.
"Prediksi tersebut menurut kita terlalu rendah, karena kita melihat di triwulan III walaupun kita terhantam delta, dan dengan langkah pemerintah bisa mengendalikan secara cepat dan efektif," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan secara daring, Rabu (27/10).
Indonesia, lanjutnya, diyakini akan memiliki pertumbuhan ekonomi 4% di 2021. Optimisme tersebut didasar pada efektivitas efektivitas penanganan pandemi yang merambat pada perbaikan aktivitas ekonomi nasional.
Efektivitas penanganan pandemi dan membaiknya aktivitas ekonomi, kata Sri Mulyani, akan membuat ekonomi Indonesia di triwulan III tumbuh 4,5%. Perbaikan itu juga diperkirakan terus berlanjut di triwulan IV dengan pertumbuhan 5,4%. "Jadi secara keseluruhan ekonomi tahun ini diproyeksikan 4%, lebih tinggi dari OECD dan IMF," ujar dia.
Ani, sapaan karib Sri Mulyani bilang, proyeksi yang dikeluarkan oleh OECD dan IMF didasari pada kemampuan negara menangani pandemi. Namun pemerintah menilai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat pada Juli dan Agustus berhasil menyeimbangkan dua sisi, yakni penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.
Di samping itu pengambil kebijakan juga terus mengakselerasi program vaksinasi. Itu diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi.
Ani mengatakan, efektivitas kebijakan pemerintah itu akan makin kokoh bila semua pihak tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. Sebab, itu amat menentukan kemampuan Indonesia menormalisasi aktivitas ekonomi.
Lebih lanjut Ani menyampaikan, OECD dan IMF turut mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global. Itu karena gangguan kinerja ekonomi dunia berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
OECD merevisi pertumbuhan ekonomi global di 2021 dari sebelumnya 5,8% menjadi 5,7%. Sedangkan IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 5,9% dari prediksi sebelumnya di angka 6%.
Kondisi ekonomi dunia itu dinilai akan mempengaruhi ekonomi Indonesia. Karenanya, Ani memastikan kebijakan penanganan pandemi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional akan dioptimalkan oleh pemerintah.
"Meski dengan tantangan global yang terjadi, pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut, didukung oleh keberhasilan penanganan covid-19," ujarnya. (E-3)
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved