Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat ekonomi dari Universitas Syiah Kuala Dr Muhammad Nasir menilai kondisi perekonomian Aceh di tengah pandemi covid-19 mulai menuju ke arah pemulihan, sehingga diharapkan tahun depan ekonomi di ujung barat Indonesia itu dapat pulih seperti semula.
“Kita lihat ada beberapa sektor ekonomi di Aceh yang sudah mulai tumbuh positif, sudah menuju ke arah pemulihan. Maka kita harapkan tahun 2022 ekonomi Aceh bisa kembali lagi ke periode-periode sebelum pandemi,” kata Nasir di Banda Aceh, Rabu (13/10).
Nasir menjelaskan investasi dan sektor-sektor ekonomi di Aceh mulai tumbuh dan berkembang. Begitu juga dengan permintaan masyarakat yang mulai meningkat dalam triwulan terakhir, sehingga pemulihan ekonomi di daerah Tanah Rencong itu mulai kelihatan.
Tren positif ekonomi Aceh itu terlihat baik di sektor pertanian, perdagangan, hingga sektor pariwisata yang mulai menggeliat kembali seiring melandainya penambahan kasus positif covid-19.
Hanya saja, menurut Nasir, Pemerintah Aceh perlu mempercepat serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2021, mengingat tingkat permintaan masyarakat Aceh masih sangat dipengaruhi bagaimana belanja pemerintah, di samping adanya investasi.
“Jadi kedua-keduanya, baik investasi maupun belanja pemerintah ini kita harapkan di akhir tahun ini bisa mempercepat lagi pemulihan ekonomi Aceh,” kata Nasir.
Hingga 12 Oktober 2021, data realisasi keuangan APBA 2021 dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) baru 47 persen dari pagu Rp 16,445 triliun. Di antaranya, realisasi keuangan 47 persen dan realisasi fisik 53,5 persen.
Sedangkan target Pemerintah Aceh hingga 15 Oktober, realisasi APBA harus mencapai 53 persen.
Oleh karenanya, menurut Nasir, Pemerintah Aceh harus memacu percepatan pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah direncanakan, sehingga serapan anggaran bisa lebih tinggi dan membantu terhadap pemulihan ekonomi Aceh.
Kemudian juga memperbesar peluang investasi sehingga bisa mendukung penyerapan tenaga kerja di era pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Apalagi, kata dia, angka pengangguran di Aceh juga meningkat selama pandemi covid-19.
Maka dengan adanya percepatan serapan anggaran dari APBA dinilai bisa mengurangi angka pengangguran di bumi Serambi Mekah itu. Banyak masyarakat yang bisa bekerja pada berbagai sektor ekonomi, terutama yang padat karya.
“Pembangunan infrastruktur, fisik-fisik harus dipacu akhir tahun ini, ini akan lebih banyak menyerap tenaga kerja terutama proyek padat karya yang mengarah ke infrastruktur,” kata Nasir.
Selain itu, pemerintah juga perlu terus mendukung pemberdayaan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baik bantuan modal usaha maupun bantuan lain, sehingga sektor usaha ini bisa terus bangkit di tengah pandemi.
“Kita lihat UMKM kita sudah mulai pulih, terutama sektor yang mengarah ke pariwisata, rumah makan, kuliner dan lain-lain. Mungkin perhotelan belum stabil karena ini dipengaruhi tamu dari luar,” katanya.
Oleh karenanya, kita melihat pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi sejalan. Vaksinasi untuk pemulihan kesehatan, kasus covid-19 turun, maka sektor ekonomi juga ikut pulih, kata Nasir. (Ant/OL-12)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved