Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,04% di September 2021. Hal ini disebabkan adanya penurunan di sejumlah komoditas, utamanya dari makan dan minuman serta tembakau.
"Berdasarkan hasil pantauan di 90 kota, pada September 2021 terjadi deflasi 0,04%. Atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,57 pada Agustus, menjadi 106,53 pada September," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (1/10).
Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender 2021 sebesar 0,80% (year-to-date/ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) menjadi 1,60%.
Margo menerangkan, komoditas penyebab utama deflasi September 2021 adalah penurunan harga telur ayam ras dengan andil 0,07%, lalu diikuti cabai rawit 0,03% dan bawang merah 0,03%.
Secara rinci, BPS mencatat bahwa dari 90 IHK, terdapat 56 Kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Dari 56 kota yang mengalami deflasi, deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo dengan IHK sebesar 0,90%.
"Detilnya di Gorontalo mengalami deflasi penyumbang utamanya adalah berasal komoditas cabai rawit dengan 0,47%, ikan tuna dengan 0,13%, dan ikan layang 0,11%," paparnya.
Sementara, di 34 kota yang mengalami inflasi, tertinggi di Pangkal Pinang dengan angka 0,60% di September 2021. Komoditas penyumbang inflasi di kota tersebut ialah, daging ayam ras dengan 0,26%, kemudian ikan selar 0,18, dan bayam 0,08%. (E-3)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved