Rabu 29 September 2021, 00:49 WIB

Wakil Ketua MPR Soroti Keberpihakan saat Terima Audiensi Dewan UKM Indonesia

Abdillah M Marzuqi | Ekonomi
Wakil Ketua MPR Soroti Keberpihakan saat Terima Audiensi Dewan UKM Indonesia

Dok MPR
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menerima audiensi Dewan UKM Indonesia

 

WAKIL Ketua MPR Syarief Hasan mengungkapkan persoalan UMKM adalah perkara keberpihakan. UMKM akan mampu berdaya saing jika diberikan atensi dan fasilitasi yang sistematis dan berkelanjutan dari pemangku kebijakan.

"Pemerintah harus memastikan adanya dukungan berkelanjutan, baik dari sisi pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, maupun strategi penjualan sehingga produk UMKM berdaya saing," ujar Syarief saat menerima audiensi dari Dewan UKM Indonesia.

Syarief mengungkapkan ada beberapa yang perlu dilakukan agar UMKM bisa menyejahterakan para pelaku dan berkontribusi pada penerimaan negara. "Dari sisi perizinan, perlu diberikan afirmasi agar UMKM mendapatkan legalitas, serta jaminan kredit berusaha. Dengan bertransformasi ke dalam sektor formal, UMKM juga semakin memberikan daya dukung optimal bagi penerimaan negara, juga jaminan kesejahteraan bagi pekerjanya," terang Syarief.

Senada, Dewan Pertimbangan Dewan UKM Indonesia Andrian Lame Muhar juga mengungkap hal yang sama. "Kita sangat mengharapkan dukungan yang nyata dari pemangku kebijakan untuk mendorong kemajuan UMKM," ungkap Andrian.

Saat ini, Dewan UKM Indonesia ada di 32 provinsi dan lebih dari 200 kab/kota. Sebab itu, Dewan UKM Indonesia diharapkan mampu menjadi penyambung aspirasi pelaku UMKM yang berada di seluruh wilayah Indonesia. "Dewan UKM Indonesia telah melakukan konsolidasi dan kerja-kerja kelembagaan yang nyata," terang Andrian.

Menurut Andrian keberadaan UMKM semakin tertekan di tenga pandemi. Bukan saja soal keberlanjutan usaha, namun juga berkaitan dengan lemahnya daya beli masyarakat. Selain itu, akses pembiayaan juga semakin rumit.

"Hambatan regulasi ini perlu dikaji secara lebih cermat dan bijak, Sebagai pelaku usaha yang tidak terbiasa dengan pola beradministrasi yang rumit, seharusnya UMKM diberikan atensi dan kelonggaran tertentu, agar mampu bersaing dengan pelaku ekonomi lain," terang Andrian. (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

Kemenhub Urus Izin Komersial Pelita Air, Mau Gantikan Garuda?

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:27 WIB
Pelita Air digadang-gadang menjadi pengganti Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional. Adapun Pelita Air memiliki dua izin,...
Ist

Rapsel Ali: RI Perlu Bangun Klaster Lokal dan Dominasi Pasar Pangan Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:13 WIB
Selain BUMN klaster pangan, pemerintah juga perlu mendorong peran swasta termasuk usaha mikro kecil dan menengah...
Unsplash/Jornada Produtora.

Budaya Kerja Jarak Jauh semakin Tren di Banyak Perusahaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:54 WIB
Kerja jarak jauh yang menjadi bagian dari keadaan new normal berpotensi menurunkan produktivitas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya