Sabtu 25 September 2021, 08:19 WIB

Sambil Menanam Padi, Menko Perekonomian Airlangga Serap Aspirasi Petani

mediaindonesia.com | Ekonomi
Sambil Menanam Padi, Menko Perekonomian Airlangga Serap Aspirasi Petani

Ist
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto turun ke sawah sambil berdialog dengan petani.

 

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdialog dengan petani di tengah-tengah sawah di Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (24/9).

Bahkan ia rela berbecek-becekan demi mengetahui kondisi terkini dari para petani. "Satu tahun berapa kali panen Bu? Hasilnya gimana?" tanya Airlangga. 

Menanggapi pertanyaan Airlangga, salah satu petani, Siti Daryatun, 53, mengatakan dalam satu tahun bisa mencapai dua kali panen. Siti juga mengaku hasil panennya berkualitas bagus. 

"Alhamdulillah panennya bagus pak. Setahun bisa dua kali panen. Dua tahun lima kali panen," katanya. 

Airlangga kemudian menanyakan kembali terkait harga pupuk dan apakah petani di sini mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah.

Dengan spontan, Siti menjawab harga pupuknya mahal dan pupuk subsidi dari pemerintah masih kurang. "Awis (mahal) pak. Pupuk subsidi mboten (tidak) semua," kata Siti. 

Petani lainnya, Hartaya, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah mendapatkan bantuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI. Petani padi dan tanaman holtikutura ini mengaku mendapatkan KUR sebesar Rp13 juta. 

"Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada bapak Menko, Pak Airlangga Hartarto, yang telah memberikan KUR kepada petani yaitu melalui proses mudah dan cepat, yang ringan, saya sebagai petani mengucapkan terima kasih banyak, semoga petani juga sejahtera, ,"  ujarnya. 

Hartaya mengatakan bantuan pinjaman KUR ini akan digunakan untuk persiapan penanaman baru. 

"Yaitu kita punya luas satu hektar, kita keburuhannya kira-kira sepuluhan lebih, semua itu nanti terpakai untuk biaya tanam sampai panen, untuk tenaga kerja, pemupukan," pungkasnya. 

Hartaya yakin dengan adanya bantuan KUR bisa membantu meningkatkan produksi dan pendapatan usahanya. 

"Insya Allah bisa, nanti kan pakai teknologi yaitu smart farming, itu petani milenial digital," pungkasnya. 

Program Millenial Smartfarming merupakan ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu ke hilir serta meningkatkan inklusi keuangan desa. 

Program ini bertujuan mengimplementasikan pertanian cerdas dengan penerapan digitalisasi pertanian dengan Internet of Things (IoT), membentuk ekosistem pertanian dengan pembukaan akses pasar kepada petani.

Program juga mendorong penghasilan petani terjamin serta mengoptimalkan inklusi keuangan perbankan di desa, dan memperkuat kelembagaan petani milenial yang dilakukan oleh berbagai stakeholder. (RO/OL-09)

Baca Juga

FOTO-FOTO/DOK BAKAMLA

Temukan Cadangan Migas di Natuna Timur, SKK Migas: Ini Sumur Kunci

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 30 November 2021, 15:09 WIB
Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengungkapkan, temuan cadangan ini diperoleh melalui pengeboran dua sumur delineasi Singa...
Antara/Ahmad Subaidi.

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 30 November 2021, 14:20 WIB
Data OJK pada periode Januari-September 2021 aset BPR dan BPRS tmbuh 8,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year...
ANTARA/Dedhez Anggara

Komisi VII DPR: RUU Migas Rampung Dibahas di 2022

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 30 November 2021, 12:59 WIB
"Alhamdulillah, kesepakatan terakhir dan membangun kesepakatan formal di fraksi bahwa ini kita dorong masuk (prolegnas) dan kita akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya