Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 15 tim usaha sosial, yang terdiri dari 32 peserta dari tujuh negara, telah terpilih untuk mengikuti tahap akhir program Young Social Entrepreneurs (YSE) Global 2021 yang diadakan oleh Singapore International Foundation (SIF). Dua tim berasal dari Indonesia, yakni Bullyid App dan Komerce.
Bullyid App merupakan usaha sosial yang bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis dan legal yang bersifat rahasia dan anonim bagi para korban cyberbullying dan kekerasan dalam rumah tangga. Adapun Komerce ialah usaha sosial yang bertujuan memberikan kesempatan kerja yang sama kepada pemuda desa dengan cara menghubungkan mereka dengan usaha kecil dan menengah melalui online platform. Dengan begitu, Komerce berharap dapat mengurangi fenomena kaum muda yang terpaksa pindah ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan.
Baca juga: Yayasan Bulir Padi Dukung Kewirausahaan Kaum Muda Marjinal
Keduanya terpilih setelah menghadiri serangkaian workshop pengembangan kapasitas selama sebulan, dari 23 Juli hingga 20 Agustus. Tahun ini adalah kali kedua program ini dilakukan sepenuhnya secara online. Pada hari terakhir workshop, 41 tim dari 16 negara mempresentasikan rencana bisnis mereka kepada panel juri untuk dinilai berdasarkan potensi dampak sosial yang signifikan, serta kesanggupan akan keberlanjutan dan skalabilitas model bisnis.
Kedua peserta dari Indonesia yang lolos ke tahap selanjutnya, Bullyid App dan Komerce mengungkapkan, keikutsertaan mereka dalam ajang YSE Global telah memberikan banyak manfaat. Selain bekal ilmu dan keterampilan dari para pakar yang mumpuni, keduanya juga bisa memperoleh jaringan baru yang mendukung usaha mereka.
“Saya bergabung dengan program YSE Global karena saya tahu bahwa saya akan memiliki akses ke jaringan yang merupakan para penggerak dan penggebrak (mover & shaker)’ Orang-orang yang memiliki koneksi yang tepat untuk membantu Bullyid App mendapatkan daya tarik dan menjadi sorotan. Saya sangat menggembirakan mengetahui bahwa ada pemuda lain seperti saya di luar sana yang ingin membuat dampak positif di komunitas mereka. Semua tim benar-benar menginspirasi, dan saya merasa terhormat dapat terpilih ke rangkaian YSE Global 2021 berikutnya,” papar Founder and Executive Director Bullyid App, Agita Pasaribu.
Hal senada disampaikan Intan Maulida Lazuardini, Partnership Officer Komerce. Ia mengatakan, meski seluruh kegiatan dilakukan secara online, tapi hal itu tidak mengurangi kualitas workshop, webinar, dan kegiatan lain. “Terlebih, semua mentor yang dilibatkan merupakan para pakar di bidang masing-masing."
Program YSE Global, yang kini memasuki tahun ke-12, bertujuan untuk menginspirasi, membekali, dan memungkinkan kaum muda dari seluruh dunia untuk memulai atau mengembangkan usaha sosial. Dalam program yang digelar SIF ini para peserta menghadiri sesi analisis data, keuangan dan pengukuran dampak, serta memperoleh keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan sosial yang efektif.
Anggota jaringan alumni YSE Global dari India, Indonesia, Malaysia, dan Singapura juga kembali untuk berbagi pengalaman berharga mereka dan mengadakan workshop yang membentuk pemikiran. Melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan secara online, para peserta juga terhubung dengan rekan-rekan yang mempunyai visi yang sama dari berbagai negara, memperoleh pemahaman lintas budaya yang lebih dalam, menjalin pertemanan baru dan menjalin hubungan bisnis yang bermanfaat.
Selanjutnya, selama enam bulan ke depan, Bullyid App dan Komerce beserta tim terpilih lain akan dibimbing oleh konsultan bisnis terkemuka dari McKinsey & Company, Temasek International, dan pengusaha-pengusaha sukses yang relevan dengan sektor mereka. Para tim tersebut akan bekerja dengan mentor mereka untuk mempertajam ketajaman bisnis dan memperluas perspektif budaya mereka melalui rangkaian kegiatan secara online untuk belajar tentang ekosistem kewirausahaan sosial di berbagai kota di Asia.
Pada Maret 2022, tim akan berkumpul kembali di acara YSE Global 2021 Pitching for Change. Mereka kemudian akan mempresentasikan rencana bisnis mereka yang telah disempurnakan untuk mendapatkan kesempatan menerima dana hingga S$20.000 (sekitar Rp200 juta) untuk setiap pemenang. (RO/A-1)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved