Selasa 24 Agustus 2021, 22:23 WIB

Kemendag : Masih ada Kemasan Produk UMKM Belum sesuai BDKT

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kemendag : Masih ada Kemasan Produk UMKM Belum sesuai BDKT

Antara/Wahdi Septiawan
Ilustrasi kemasan produk UMKM

 

KEMENTERIAN Perdagangan masih menemukan kemasan dari produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dianggap tak sesuai ketentuan pengemasan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

“Para para pelaku UMKM Indonesia memiliki produk-produk unggulan yang berpotensi. Namun sayangnya, produk dihasilkan (banyak) yang tidak memenuhi ketentuan pengemasan yang berlaku," kata Direktur Metrologi Kemendag Rusmin Amin.

Dia menegaskan, berdasarkan hasil pengawasan, Kemendag masih menemukan banyak kemasan produk lokal yang belum memenuhi ketentuan tersebut. Kuantitas barang misalnya, tidak boleh berbeda dengan label produk agar tidak merugikan konsumen.

Dari sisi metrologi legal, lanjut Rusmin, barang dalam keadaan terbungkus yang diproduksi atau dikemas wajib mencantumkan nominal kuantitas pada labelnya dalam bentuk berat bersih, isi bersih, atau netto. 

Baca juga : Lampaui Target Penjualan di Tengah Pandemi

Label produk harus memberikan informasi yang jelas bagi konsumen sehingga dapat memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi barang tersebut secara benar.

“Pelaku usaha yang memproduksi atau mengemas wajib memastikan produk yang dikemas memiliki kuantitas yang sesuai dengan yang tercantum pada labelnya," tutur Rusmin.

Di satu sisi Kemendag menjelaskan, produk-produk dengan kemasan yang permintaan dan konsumsinya meningkat di masa pandemi covid-19, antara lain produk makanan, medis, dan masker. 

“Meningkatnya konsumsi produk kemasan ini tentu merupakan salah satu indikator adanya peningkatan dalam program pemulihan ekonomi. Untuk ktu, Kemendag akan memastikan pelabelan dan kuantitas produk kemasan sudah sesuai dengan ketentuan," tandas Rusmin. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA

Dalam WEF, Bahlil Tuding Investasi Pasar Karbon Dunia tak Adil

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 24 Mei 2022, 17:16 WIB
Harga jual beli kredit karbon (carbon credit) yang umumnya berasal dari proyek-proyek hijau yang bersumber dari negara maju diklaim jauh...
MI/Susanto

Mengendalikan Inflasi, BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 24 Mei 2022, 17:14 WIB
Kenaikan GWM tersebut tidak akan mempengaruhi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

BI Prediksi Inflasi Tahun ini Bakal Lampaui 4%

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 24 Mei 2022, 17:11 WIB
Perkirakan inflasi Indonesia di tahun 2022 akan sedikit di atas atas 4%, namun tidak terlalu jauh dari target inflasi 3% plus minus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya