Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS Tahunan pada Kamis (19/8) lalu untuk membagikan dividen.
Rapat dari perusahaan Distribusi terbesar & terkemuka untuk Bahan Bangunan, Kimia dan Consumer Goods/FMCG, dan pemilik jaringan gerai ritel modern terbesar Mitra10 dan Home Furnishing Atria, telah menyetujui pembagian dividen sebesar 19,72% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2020 sebesar Rp90,42 miliar.
Dividen tunai akan dibagikan pada tanggal 22 September 2021 kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 31 Agustus 2021 (recording date).
Adapun tatalaksana detail lainnya akan diumumkan lebih lanjut melalui keterbukaan informasi kepada otoritas bursa.
Selain mengalokasikan laba bersih untuk dividen tunai, pemegang saham juga menyetujui sebesar Rp200 juta sebagai dana cadangan wajib guna memenuhi ketentuan Pasal 25 anggaran dasar Perseroan dan Pasal 70 Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Sisanya sebesar Rp72,39 miliar digunakan untuk memperkuat modal kerja Perseroan dan dibukukan menambah Saldo Laba.
Pada akhir 2020 lalu, pendapatan konsolidasi CSAP mencapai Rp12,7 triliun tumbuh 4,8% dibanding periode 2019. Segmen distribusi tumbuh positif 3,8% menjadi Rp8,33 triliun dan segmen ritel moderen tumbuh 7,2% menjadi Rp4,52 triliun.
Gross profit perseroan juga mengalami peningkatan dari 14,9% pada periode 2019 menjadi 15,6% di periode 2020 atau tumbuh 9,4%. Begitu pertumbuhan signifikan terjadi pada nett profit perseroan menjadi Rp90 miliar pada periode 2020 yang mana sebelumnya hanya Rp46 miliar pada periode 2019 atau tumbuh sebesar 97%.
Rapat juga memberikan memberikan pembebasan dan pelunasan (acquit et de charge) sepenuhnya kepada anggota direksi dan anggota dewan komisaris perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka lakukan sepanjang tahun buku 2020.
Selain mengadakan RUPST, Perseroan pada Kamis (19/8) juga mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah-satu agenda berupa pergantian pengurus.
Setelah disetujui Rapat maka susunan pengurus Perusahaan per 19 Agustus 2021 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
1. Achmad Widjaja, Presiden Komisaris
2. Paramate Nisagornsen, Komisaris
3. Kenneth Ng Shih Yek, Komisaris
4. Seow Han Yong Justin, Komisaris
5. Justinus Aditya Sidharta, Komisaris Independen
6. Heny Ratnasari Dewi, Komisaris Independen
Direksi:
1. Budyanto Totong, Presiden Direktur
2. Antonius Tan, Direktur
3. Andy Totong, Direktur
4. Warit Jintanawan, Direktur
(RO/E-1)
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Dirinya cukup memahami perhitungan dunia bisnis, berdasarkan pengalamannya. Sehingga, Ia meminta Bank Jakarta meningkatkan nominal laba yang ditargetkan.
Capaian impresif ini membuktikan ketangguhan Jamkrida Jabar dalam menavigasi bisnis di tengah dinamika ekonomi nasional yang menantang.
PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) untuk Tahun Buku 2024.
SUB Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menyebut capaian komoditas non core (bukan inti) teh dan karet meraih laba positif untuk pertama kali sejak 1996.
BSI mencatat, penyaluran pembiayaan pada semua segmen tumbuh positif di mana segmen wholesale tumbuh 17,27% yoy, retail tumbuh 14,92% yoy, dan konsumer tumbuh 16,08% yoy.
Bird mencatatkan kinerja positif di kuartal pertama 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp1,30 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved