Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo mengingatkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menghitung secara teliti jumlah produksi dan kebutuhan beras sebelum memutuskan untuk melakukan ekspor.
Hal tersebut ia sampaikan saat meresmikan pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/8).
Baca juga: Presiden Lepas Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp7,29 Triliun
"Kalau memang sudah dihitung betul beras kita berlebih dan mampu kita ekspor, ya ekspor saja. Tapi sekali lagi dikalkulasi dulu, dihitung dulu bahwa benar-benar stok yang ada itu cukup untuk kebutuhan di dalam negeri," tegas Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa beras menjadi salah satu komoditas yang diperdagangkan ke luar negeri melalui program Merdeka Ekspor Pertanian. Adapun, tujuan utamanya adalah Arab Saudi. Namun, ia tidak merinci berapa besar volume beras yang diekspor.(OL-4)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan mayoritas komoditas strategis berada dalam posisi surplus menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat.
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved