Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL Survei Harga Properti Residensial (IHPR) Primer mengindikasikan harga properti residensial pada triwulan II-2021 meningkat secara tahunan. Hal ini tercermin dari IHPR triwulan II-2021 yang tercatat tumbuh 1,49% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 1,35% (yoy) pada triwulan I-2021, meski belum setinggi 1,59% (yoy) pada triwulan II-2020.
"Kenaikan IHPR terjadi pada rumah tipe kecil dan tipe menengah yang masing-masing tercatat tumbuh 2,07% (yoy) dan 1,59% (yoy), lebih tinggi dari 1,78% (yoy) dan 1,46% (yoy) pada triwulan sebelumnya," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Jumat (13/8).
Berdasarkan wilayah, kenaikan IHPR secara tahunan terjadi terutama di Kota Pontianak (3,41%, yoy) kemudian diikuti oleh Batam (2,42%,yoy).
Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II-2021 tercatat tumbuh sebesar 0,45% (qtq), meningkat dibandingkan 0,38% (qtq) pada triwulan I-2021 maupun 0,32% (qtq) pada triwulan II-2020.
Peningkatan harga properti residensial secara triwulanan didorong oleh peningkatan harga tipe rumah kecil yang tumbuh 0,79% (qtq), lebih tinggi dari 0,52% (qtq) pada triwulan I-2021.
Pada triwulan II-2021, harga rumah tipe besar secara triwulanan tercatat tumbuh 0,21% (qtq), stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara harga rumah tipe menengah tumbuh sebesar 0,35% (qtq), melambat dibandingkan 0,42% (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Secara spasial, kenaikan harga properti residensial pada triwulan II-2021 terutama terjadi di kota Batam dan Pekanbaru yang masing-masing tumbuh sebesar 1,94% (qtq) dan 1,6% (qtq), meningkat dari -0,13% (qtq) pada triwulan I-2021.
Kenaikan IHPR secara tahunan sejalan dengan peningkatan inflasi biaya tempat tinggal konsumen rumah tangga pada triwulan II-2021. Hal ini tercermin dari laju Indeks Harga Konsumen (IHK) sub kelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan (Tahun Dasar 2018 =100) sebesar 1,64% (yoy), lebih tinggi dari 1,21% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Penjualan Properti Residensial Triwulan II-2021
Penjualan properti residensial primer triwulan II-2021 secara tahunan menurun. Penjualan rumah pada periode tersebut tercatat terkontraksi -10,01% (yoy), menurun dari 13,956 (yoy) pada triwulan sebelumnya, namun lebih baik dari kontraksi -25,6% (yoy) pada triwulan II-2020.
Penurunan volume penjualan pada triwulan II-2021 terjadi pada tipe rumah kecil (-15,4%, yoy) dan besar (-12,99%, yoy), sedangkan tipe rumah menengah tercatat tumbuh melambat (3,63%, yoy).
"Responden menyampaikan terhambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kenaikan harga bahan bangunan (14,65% jawaban responden), masalah perizinan/ birokrasi (13,52%), suku bunga KPR (12,69%), proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (11,46%), dan perpajakan (10,73%).
Secara triwulanan, penjualan properti residensial triwulan II-2021 juga terkontraksi. Penjualan properti residensial primer pada periode tersebut menurun sebesar -13,02% (qtq), lebih dalam dari -0,3% (qtq) pada triwulan sebelumnya maupun 10,14% (qtq) pada triwulan II-2020.
"Penurunan penjualan rumah terjadi seluruh tipe, terdalam terjadi pada rumah tipe besar," kata Erwin.
Prakiraan Harga Properti Residensial Triwulan II!-2021
Pada triwulan IlI-2021 pertumbuhan harga properti residensial diprakirakan akan melambat. Hal ini terindikasi dari prakiraan pertumbuhan IHPR triwulan III-2021 sebesar 1,12% (yoy), lebih rendah dibandingkan 1,49% (yoy) pada triwulan sebelumnya maupun 1,51% (yoy) pada triwulan III-2020.
Perlambatan pertumbuhan harga properti residensial diprakirakan terjadi pada seluruh tipe rumah yaitu tipe kecil, menengah, dan besar yang masing-masing diprakirakan tumbuh sebesar 1,65% (yoy), 1,09% (yoy), dan 0,62% (yoy), lebih rendah dari 2,07% (yoy), 1,59% (yoy), dan 0,81% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Perlambatan diprakirakan terjadi di sebagian besar kota yang disurvei, terutama di Pekanbaru dan Medan yang tercatat tumbuh 1,81% (yoy) dan 2,62% (yoy), lebih rendah dibandingkan 4,19% (yoy) dan 4,52% (yoy) pada triwulan II-2021.
Secara triwulanan, pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III-2021 juga diprakirakan melambat. IHPR pada triwulan III-2021 diprakirakan tumbuh 0,05% (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,45% (qtq) pada triwulan II-2021 maupun 0,42% (qtq) pada triwulan Ill-2020.
"Perlambatan pertumbuhan harga rumah triwulanan diprakirakan akan terjadi pada seluruh tipe rumah," kata Erwin.
Pembiayaan Properti Residensial
Pada triwulan II-2021, sumber pembiayaan pengembang dalam pembangunan properti residensial terutama berasal dari dana internal yang mencapai 66,45% terhadap total modal perusahaan.
Sumber pembiayaan berikutnya yang digunakan oleh pengembang antara lain pinjaman perbankan dan pembayaran dari konsumen dengan proporsi masing-masing sebesar 22,13% dan 9,12% dari total modal. Berdasarkan komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari laba ditahan (49,48%) diikuti modal disetor (46,43%).
Sementara itu dari sisi konsumen, pembelian properti residensial mayoritas masih dibiayai dari fasilitas KPR. Hal ini tercermin dari hasil survei yang mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen (75,08%) membeli properti residensial dengan menggunakan fasilitas KPR, sementara sebanyak 16,89% lainnya dengan tunai bertahap dan secara tunai sebanyak 8,04%.
Pada triwulan II-2021, pertumbuhan KPR dan KPA secara tahunan tercatat meningkat sebesar 7,24% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 4,34% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Sementara secara triwulanan, penyaluran KPR dan KPA tumbuh 2,67% (qtq), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 1,4096 (qtq).
Selanjutnya, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada triwulan II-2021 tercatat sebesar Rp59,12 triliun atau tumbuh sebesar 7,23% (yoy), meningkat signifikan dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat kontraksi -18,89% (yoy). (Try)
DITUNJUKNYA Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menarik perhatian global tidak hanya karena implikasi geopolitiknya, tetapi terungkapnya jaringan kerajaan properti global
Ketiga tim manajemen tersebut memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti dan telah terlibat dalam pengembangan berbagai proyek properti ikonik di Indonesia.
Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta mendorong pengembang properti memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang
Ingin punya rumah sendiri? BRI KPR hadir dengan proses mudah, simulasi cicilan, dan pengajuan praktis lewat BRImo untuk membantu keluarga muda mewujudkan rumah impian.
REAL memperluas strategi monetisasi aset dengan menggandeng Madinah Group Indonesia (MFlash) untuk mengembangkan bisnis perangkat dan solusi telekomunikasi berbasis properti.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp9,03 triliun di tengah tantangan kondisi makro ekonomi.
REI menilai dampak konflik Timur Tengah terhadap harga rumah di Indonesia relatif terbatas. Kenaikan biaya logistik diperkirakan hanya mendorong harga rumah sekitar 3,5%.
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk hingga kuartal III 2025 membukukan penjualan Rp2,11 triliun atau meningkat 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kementerian Perdagangan memproyeksikan potensi pertumbuhan ekspor bahan bangunan dan konstruksi Indonesia ke pasar ASEAN.
GIAS Group, distributor bahan bangunan berkualitas, telah meresmikan GNET Experience Center perdananya di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Jumat (8/8).
Menghadapi tantangan pembangunan di wilayah dengan curah hujan tinggi, seperti Bogor, membutuhkan pemilihan bahan bangunan yang tepat.
INDUSTRI retail bahan bangunan Indonesia resmi kedatangan pemain baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved