Kamis 12 Agustus 2021, 10:20 WIB

HUT Pasar Modal, OJK Terus Jaga Kepercayaan Pasar

mediaindonesia.com | Ekonomi
HUT Pasar Modal, OJK Terus Jaga Kepercayaan Pasar

Antara
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

 

PASAR modal Indonesia dinilai masih mampu bertahan dari dampak pandemi covid-19 dan menunjukkan kinerja yang membaik. Karena itu, kepercayaan pasar harus terus dijaga. 

Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berperan aktif untuk menjaga kepercayaan pasar. “Guna meningkatkan kepercayaan investor, OJK membangun ekosistem investasi pasar modal yang melindungi dana investor dalam hal terjadi pelanggaran di pasar modal,” cetus Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menyampaikan sambutan secara virtual pada HUT ke-44 Pasar Modal, Selasa (10/8). 

Di samping itu, lanjutnya, keseluruhan upaya untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pasar modal harus diiringi dengan peningkatan literasi. Hal ini mengingat masih banyak investor pemula yang belum memahami risiko berinvestasi di pasar modal. Karena itu, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SROs) dan seluruh pelaku pasar modal terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta terus mengupayakan peningkatan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan. Tujuannya agar investor memiliki pemahaman yang memadai dalam membuat keputusan investasi.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Positif, OJK: Konsumsi Domestik Perlu Dipertahankan     

Pada kesempatan itu, Wimboh menyampaikan berbagai capaian yang diraih di sektor pasar modal selama periode pandemi. Antara lain pertumbuhan investor pasar modal yang amat signifikan. Hingga Juli 2021, investor pasar modal meningkat menjadi 5,82 juta (93% yoy) yang didominasi investor ritel berumur kurang dari 30 tahun (investor milenial). 

Menurut Wimboh, pertumbuhan investor tersebut mencapai dua kali lipat sejak awal pandemi. “Hal ini mencerminkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia,” katanya.

Keberhasilan ini dinilai sebagai buah upaya bersama para pemangku kepentingan dalam menjaga volatilitas pasar modal agar senantiasa stabil dan terkendali. Menurut Wimboh, peningkatan jumlah investor ritel juga merupakan hasil dari transformasi digital yang jadi kunci utama bagi pendalaman basis investor di pasar modal. 

“Industri pasar modal masih dalam kondisi stabil pada 2021. IHSG hingga 9 Agustus 2021 tercatat menguat ke level 6.127,46 atau tumbuh 2,48% (ytd) dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk Rp18,24 triliun (ytd),” jelasnya.

Selain itu, penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 3 Agustus 2021 juga tumbuh 99,36% (yoy) atau sebesar Rp117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan penawaran umum. Angka ini belum termasuk realisasi IPO perusahaan start-up yaitu Bukalapak yang baru efektif per 6 Agustus 2021. (Ifa/S3-25)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Merek Lokal Queensland Luncurkan Koleksi Terbaru

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:09 WIB
Koleksi tersebut dapat ditemukan dan dibeli di toko offline yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan tersedia pada online store yang...
Dok. Nippon Paint

Ekspansi Bisnis ke sektor Konstruksi, Nippon Paint Akuisisi Selleys dan Vital Technical

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 05 Desember 2021, 22:10 WIB
akuisisi itu didasari potensi pasar retail SAFL dapat mencapai Rp6 Triliun per tahun berdasarkan penelitian pasar yang dilakukan secara...
ANTARA

Perubahan Kebijakan The Fed dan Omicron Tentukan Fluktuasi Pasar Saham

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 05 Desember 2021, 19:22 WIB
kepastian varian Omicron covid-19 dinilai juga sangat mempengaruhi pasar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya