Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HIMPUNAN Bank-Bank Milik Negara (Himbara) semakin optimistis dalam penyaluran kredit di sisa tahun ini untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2021.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2021 mencapai 3,31% ketimbang triwulan pertama 2021. Secara year on year (yoy) pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 mencapai 7,07%, membaik daripada pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 yang terkontraksi sebesar 0,71%.
Ketua Himbara Sunarso yang juga Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyampaikan Himbara bersyukur Indonesia terlepas dari resesi ekonomi akibat pandemi covid-19 yang terjadi.
Ia mengungkapkan selama ini Himbara menjadi mitra utama pemerintah dalam implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hingga Mei 2021 total penyaluran stimulus untuk PEN tercatat Rp370,55 triliun (di luar restukturisasi) kepada 51,77 juta penerima. Adapun realisasi restrukturisasi kredit Himbara atas nasabah terdampak covid-19 sampai sebanyak 3,43 juta nasabah dengan total baki debet Rp411,14 triliun.
Dengan perbaikan ini, lanjut Sunarso, Himbara semakin optimistis bahwa momentum pemulihan ekonomi semakin dekat. Perbaikan kondisi ekonomi itu ditopang pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan tren perbaikan. Bahkan, untuk pertama kalinya pertumbuhan kredit positif sekitar 0,6% (yoy) pada Juni 2021 yang sebelumnya selalu negatif selama 8 bulan berturut-turut sejak Oktober 2020.
“Ini menunjukkan pemulihan nyata dari sisi permintaan dan produksi serta diharapkan menjadi titik balik pemulihan dan percepatan ekonomi ke depan. Momentum pemulihan ekonomi ini harus dijaga,” kata Sunarso.
Akselerasi Vaksinasi
Menurut Sunarso, ada beberapa faktor yang selama ini dijalankan pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi tersebut.
Pertama, akselerasi program vaksinasi yang masif.
Kedua, dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat sehingga menopang pertumbuhan melalui berbagai kebijakan pro-growth dan pro-poor.
Ketiga, pemulihan ekonomi global mendorong sektor eksternal yaitu ekspor yang lebih baik tahun ini.
Keempat, keberhasilan menjaga iklim investasi sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
Kelima, pertumbuhan kredit perbankan nasional yang mulai positif. Dibanding tahun lalu yang tercatat negatif. Dengan pola seperti ini, kata Sunarso, diyakini pertumbuhan kredit akan kembali tercatat positif hingga akhir 2021.
Terakhir, konsumsi masyarakat yang rebound usai pembukaan kembali ekonomi. Dari tracking pola belanja Himbara, terlihat masyarakat makin cepat melakukan penyesuaian belanja pasca pembatasan mobilitas.
Karena itu, ia optimistis transaksi belanja akan meningkat saat kasus covid-19 dapat diturunkan secara berkelanjutan. Juga jika pembatasan aktivitas ekonomi kembali dilonggarkan. “Dengan berbagai faktor itu, bank-bank Himbara meyakini pemulihan ekonomi Indonesia sudah terlihat dan dalam jalur benar. Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2021 adalah tanda dan modal yang amat positif bagi kebangkitan Indonesia,” tutupnya.
Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) Royke Tumilaar juga optimistis penyaluran dan penyerapan kredit untuk mendukung pemulihan ekonomi pada paruh kedua 2021 makin baik, sehingga akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Di sisi lain, pandemi ini turut mempercepat upaya perbankan meningkatkan layanan digitalnya.
Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menambahkan penting sekali memprioritaskan penyaluran kredit untuk sektor-sektor usaha yang berperan besar mengatrol pertumbuhan ekonomi. Untuk memulihkan ekonomi dari dampak pandemi, Bank Mandiri berupaya menumbuhkan penyaluran kredit (konsolidasi), dimana pada Juni 2021 naik 16,4% (yoy), termasuk pembiayaan UMKM yang naik 20,1%.
Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo mengaku siap mengawal PEN pada sektor perumahan. Sebab, selama ini sektor perumahan menjadi salah satu lokomotif dalam memulihkan ekonomi nasional akibat dampak pandemi covid-19. (RO/S3-25)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved