Rabu 04 Agustus 2021, 10:27 WIB

KKP Larang Penjualan Benur Ukuran di Bawah 5 Gram

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
KKP Larang Penjualan Benur Ukuran di Bawah 5 Gram

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Polisi menunjukkan barang bukti kantong plastik berisi benur di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/6/2021).

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan benih bening lobster (BBL) atau benur ukuran di bawah 5 gram tidak boleh dilalulintaskan atau dijual ke luar daerah penangkapan.

Dengan ukuran BBL tersebut hanya diperbolehkan untuk kepentingan riset pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan di wilayah Negara Republik Indonesia. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021

Profesor Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Ketut Sugama mengatakan, keputusan tersebut bukan untuk menghalangi pelaku usaha melainkan untuk menjamin kegiatan budidaya BBL berjalan lebih optimal.

Sebab menurutnya, berdasarkan hasil kajian KKP, potensi hidup BBL ukuran di bawah 5 gram di luar daerah tangkapan masih sangat rendah.

"Salah satu fase kritis dalam kegiatan pembudidayaan lobster adalah pada tahapan pemeliharaan BBL sampai dengan ukuran 5 gram, pada fase itu tingkat kelangsungan hidupnya masih rendah di bawah 30%," ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (4/8).

Dia memaparkan, beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup BBL ukuran di bawah 5 gram antara lain masih rentan terhadap perubahan lingkungan, seperti suhu, cahaya, dan salinitas. Sedangkan benih lobster yang telah mencapai ukuran 5 gram ke atas dianggap sudah lebih tahan terhadap perubahan lingkungan.

"Jadi KKP membuat keputusan melalui pertimbangan yang matang. Kita justru ingin proses budidaya ini berjalan optimal," kata Ketut.

Dijelaskan, dalam Permen KKP 17/2021 disebutkan bahwa usaha budi daya lobster di Indonesia terbagi dalam 2 segmen, meliputi Pendederan dan Pembesaran. Segmentasi tersebut terbagi lagi dalam 4 kategori, yakni Pendederan I, Pendederan II, Pembesaran I, dan Pembesaran II.

Pendederan I berarti proses budi daya dimulai dari BBL/benur hingga ukuran 5 gram. Kemudian Pendederan II budidaya BBL ukuran di atas 5 gram sampai dengan 30 gram. Sedangkan Pembesaran I di atas 30 gram sampai dengan 150 gram, dan Pembesaran II di atas 150 gram.

Sesuai Permen KP 17/2021, khusus untuk budidaya segmentasi Pendederan I harus dilakukan di lokasi penangkapan. (Ins/OL-09)

Baca Juga

AFP/Kenzo Triblouillard

Jakpro Pastikan Pembangunan Sirkuit Formula E Selesai Tepat Waktu

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 27 Januari 2022, 15:36 WIB
Widi Amanasto memastikan pembangunan sirkuit balap mobil Formula E bakal selesai tepat...
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Mentan Targetkan Tanam 10 Juta Pohon Kopi di Tahun 2022

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 27 Januari 2022, 14:57 WIB
Komoditas kopi memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian nasional karena peminat kopi Indonesia tersebar di...
MI/Susanto

Antisipasi Normalisasi, BI Siap Berdansa dengan Pasar Keuangan Global

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 27 Januari 2022, 14:43 WIB
Bank Indonesia telah memperkirakan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau Fed Fund Rate akan naik sepanjang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya