Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU tahun lebih sudah Indonesia dilanda pandemi covid-19 dan belum juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Akibatnya beragam masalah baru pun muncul seiring dengan jumlah orang yang terpapar virus semakin meningkat. Pemerintah pun sudah berupaya melakukan berbagai penanggulangan untuk terus meredam penyebaran virus, mulai dari kebijakan pembatasan sosial berskala kecil hingga besar yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.
Seiring hadirnya berbagai kebijakan baru tersebut, muncul pula masalah baru yang menghambat berbagai sektor di Indonesia karena kurangnya kesiapan dalam menghadapi perubahan. Salah satu sektor yang paling terdampak pandemi adalah sektor ekonomi, khususnya para pelaku UMKM. Bahkan Bank Indonesia menyebutkan sebanyak 87,5% UMKM terdampak pandemi covid-19. Dari jumlah ini, sekitar 93,2% di antaranya berdampak negatif di sisi penjualan. Menurut survei yang dilakukan bank sentral, pandemi memberi tekanan pada pendapatan, laba, dan arus kas.
Baca juga: Gabung ke Marketplace, Solusi Bagi UMKM untuk Bertahan
Demi membangkitkan kembali UMKM di Indonesia, berbagai inovasi terus dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital. Pelaku usaha yang cepat beradaptasi dalam mengikuti perubahan dan membaca permintaan pasar, serta beralih dari konvensional menjadi digital, terbukti mampu bertahan di tengah masa pandemi ini.
Salah satu pemanfaatan teknologi adalah dengan menerapkan konsep industry 4.0 yang memanfaatkan proses otomatisasi demi menjamin efektivitas dan efisiensi dalam proses manufaktur. Jelas bahwa, kemajuan teknologi ini banyak memberikan keuntungan. Karena alasan inilah inovasi telah menjadi perhatian utama untuk dapat sukses lalui pandemi.
“Demi mendukung keberlangsungan UMKM untuk sukses lewati masa pandemi, Swiss German University (SGU) berkontribusi dalam memfasilitasi para ahli dari berbagai negara untuk ikut serta dalam pertemuan ilmiah yang diselenggarakan secara daring pada 28-29 Juli dan menghadirkan berbagai pembicara dari dalam maupun luar negeri,” ujar Acting Director of Directorate Marketing and Communications SGU, Anthon Stevanus Tondo.
Para pembicara tersebut yakni Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc (Kepala BPPT Indonesia), Nuki Agya Utama, Ph.D Direktur Eksekutif Asean Centre for Energy dan juga (Asc.) Professor Derek Ong Lai Teik, Ph.D., CStats, CSc perwakilan dari Sunway University, Malaysia. Selain itu ada pula pembicara dari Universitas Indonesia, UGM dan juga Universitas Fachhochschule Sudwestfalen, University of Applied Sciences, dari Jerman yang akan hadir dan memberikan kontribusi pada pertemuan ilmiah itu. Akan ada 24 makalah penelitian dan 8 hasil pengabdian masyarakat yang diseminasi.
Pertemuan ilmiah terkait implementasi Industri 4.0 ini diharapkan akan akan mendorong para profesor, peneliti, pelaku usaha dan mahasiswa untuk memiliki pemahaman tambahan untuk keberlanjutan sistem di masa depan. Melakukan penelitian ilmiah di bidang ini menjadi penting. Penelitian ilmiah membangun pengetahuan dan memfasilitasi pembelajaran. Penelitian ilmiah membantu bisnis untuk dapat berinovasi demi bertahan di masa pandemi.
“Bertukar ilmu dengan Guru Besar dari luar negeri seperti Jerman, Jepang, atau Korea Selatan juga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi civitas akademika dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi baru untuk masa depan,” ujar Anthon. (RO/A-1)
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Komitmen dalam membangun UMKM ini sejalan dengan misi besar perusahaan untuk memperkuat jaringan distribusi makanan yang kuat di seluruh Indonesia.
Pertemuan ke-8 IGE FfD secara khusus soroti tingginya biaya pendanaan pembangunan yang menjadi tantanga pencapaian SDGs.
Hanny Widiarti, pemilik usaha kuliner mengaku sangat terbantu dengan kehadiran LinkUMKM.
Kata Teten, kampus diajak bekerja sama sebagai upaya untuk menjadikan civitas akademika ini sebagai pabrik wirausaha guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Beragam produk UMKM yang label dan kemasannya sudah naik kelas pada event IdeaFest 2024 yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC)
Kehadiran Tamado Pos ini tidak lepas dukungan penuh dari Trans Digital Cemerlang (TDC) sebagai solusi kasir paling sederhana dan gratis untuk UMKM di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved