Kamis 22 Juli 2021, 00:20 WIB

Masyarakat Global Dorong Struktur Cukai Hasil Tembakau Disederhanakan

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Masyarakat Global Dorong Struktur Cukai Hasil Tembakau Disederhanakan

Antara/Saiful Bahri
Petani Tembakau di Pamekasan, jawa Timur

 

KALANGAN masyarakat global melalui gerakan Take A Part meminta pemerintah Indonesia dapat segera melakukan penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau. Struktur tarif cukai yang ada saat ini dinilai mempermudah akses remaja terhadap rokok murah.

“Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk menyederhanakan struktur cukai tembakau. Struktur cukai saat ini mengarahkan kepada terciptanya variasi harga rokok yang banyak, yang memudahkan remaja untuk mengakses produk-produk industri tembakau yang lebih murah,” tulis Take A Part dalam akun resmi Twitter-nya.

Take A Part merupakan gerakan masyarakat global yang fokus memberikan masukan kepada pemerintah di dunia untuk mengendalikan tembakau khususnya bagi anak-anak dan remaja. Gerakan ini merupakan kerjasama antara berbagai organisasi anti-tembakau dan masyarakat yang peduli terhadap pengendalian tembakau.

Senior Advisor Human Rights Working Group (HRWG), Rafendi Djamin memberikan apresiasi atas perhatian masyarakat global, termasuk Take A Part. Ia menilai upaya mereka mendorong pemerintah Indonesia menyederhanakan struktur tarif cukai rokok yang masih sangat kompleks memiliki keterkaitan dengan hak asasi manusia, khususnya tentang kesehatan publik.

“Hak kesehatan adalah HAM, yang tercantum dalam deklarasi PBB. Hak atas kesehatan sifatnya inklusif. Jadi, memang spesifik dari HAM bahwa perhatian diberikan pada kelompok rentan masyarakat. Dalam konteks Indonesia, instrument tax menjadi salah satunya,” kata Rafendi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/7).

Baca juga : Kudus Minta Bagi Hasil Cukai Rokok untuk Pendanaan Vaksinasi Covid

Dia menjelaskan, ada tiga unsur hak asasi manusia yang tidak terpenuhi akibat kebijakan cukai yang tidak ideal seperti struktur tarif cukai yang kompleks. Pertama adalah unsur menghargai yang termasuk di dalamnya terkait konteks pengendalian tembakau. 

Kedua adalah melindungi, yang diartikan sebagai bentuk dan langkah kebijakan serta penegakannya. Selanjutnya adalah unsur memenuhi, yang menyangkut akses pelayanan kesehatan.

“Menghargai adalah upaya simpatis dan menyeluruh terkait pencegahan epidemi terkait tembakau. Elemen melindungi spesifik melindungi kelompok masyarakat/individual melalui regulasi, bahwa produksi pemasaran tembakau tidak mengancam publik,” katanya.

Penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau dinilainya akan menjadi pembuktian bagi komitmen pemerintah dalam mengendalikan tembakau. Apalagi, persoalan ini sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Berlarut-larutnya proses simplifikasi hanya akan menunjukkan kegamangan pemerintah terhadap pengendalian tembakau.

Apalagi, pemerintah sebenarnya telah menetapkan roadmap penyederhanaan struktur tarif cukai rokok sejak 2017. Namun, hingga saat ini pemerintah hanya sempat menyederhanakan struktur menjadi 10 layer tanpa ada kelanjutannya lagi. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara

Realisasi Program PC-PEN Capai Rp305,5 Triliun

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 23:01 WIB
Pemerintah akan mendorong akselerasi penyerapan anggaran PC-PEN 2021, utamanya klaster perlindungan sosial di triwulan...
Antara

45 Kabupaten Luar Jawa-Bali Lanjutkan PPKM Level IV

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 22:22 WIB
Provinsi dengan peningkatan kasus tertinggi, terjadi di Sulawesi Tengah, Riau, Sumatera Utara, Gorontalo, dan Kalimantan...
Ist

Rayakan HUT Ke-9, Lookboutiquestore Hadirkan Kembali Iconic Pieces

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 21:58 WIB
Pada momen spesial ini, LBS mengangkat tema Reflect dengan tujuan mengajak tim dan juga customer untuk mengambil waktu sejenak, melihat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya