Jumat 16 Juli 2021, 15:40 WIB

BTN Kembali Dipercaya Sebagai Penerima Setoran Biaya Ibadah Haji

Mediaindonesia.com | Ekonomi
BTN Kembali Dipercaya Sebagai Penerima Setoran Biaya Ibadah Haji

Dok.BTN
Kepala BPKH Anggito Abimanyu dan Direktur BTN Hirwandi Gafar

 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui Unit Usaha Syariah (UUS) yang dimiliki BTN kembali dipercaya oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). 

Hal tersebut dipertegas saat penandatangan Perjanjian Kerjasama antara BPKH dengan BPS –BPIH hari ini di Jakarta, Kamis (15/7) .  Perjanjian yang diteken oleh UUS BTN merupakan perpanjangan dari Perjanjian sebelumnya yang telah berakhir pada Juni 2021.

Sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji, UUS BTN menjalankan fungsi sebagai BPS BPIH Penerima dan  BPS BPIH Mitra Investasi sesuai yang diamanahkan oleh BPKH selama periode PKS berlangsung yaitu sejak Juli 2021 hingga Juni 2024. 

“Kami berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan BPKH kepada UUS BTN sebagai BPS-BPIH untuk itu UUS BTN InsyaAllah akan senantiasa menjalankan kedua fungsi sebagai Bank penerima maupun mitra investasi dengan mengelola Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH), keuangan Haji secara lebih profesional, akuntabel, amanah, dan transparan sesuai dengan prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian, “ kata Direktur Consumer  & Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar dalam keterangan tertulisnya.

UUS BTN berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan bagi para calon jamaah haji dan menjaga amanah bersama dengan BPKH dalam pengelolaan dana jamaah haji. Dana jamaah haji yang dikelola oleh  UUS BTN  telah mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Hirwandi menegaskan sebagai BPS-BPIH, UUS BTN selalu melaporkan kinerja keuangan setiap publikasi & dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui website resmi Bank BTN serta UUS BTN senantiasa tunduk dan patuh terhadap regulator serta pertauran perundang-undangan yang berlaku. Saat ini seluruh dana yang dikelola BTN Syariah  sesuai fungsinya yaitu dijamin likuiditasnya, dikelola dengan baik untuk mendapatkan  nilai manfaat yang optimal.  

Sebagai informasi, berdasarkan data Asosiasi Bank Syariah Indonesia atau Asbisindo hingga akhir 2020, dana haji yang berada di Bank Syariah mencapai Rp 45,3 triliun dimana  dana tersebut terkonsentasi di deposito dan giro.   

Sementara itu berdasarkan  Laporan Keuangan BPKH, per Desember 2020, dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp144,91 triliun, atau meningkat 16,56% dibandingkan dengan 2019 yang tercatat Rp124,32 triliun. (RO/E-1)

Baca Juga

Dok/SETWAPRES

Wapres: Potensi Besar Ekonomi Syariah Masih Bisa Dicapai Indonesia

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 22 September 2021, 12:54 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan, mengatakan pada semester I-2021, sektor industri produk halal terus memberikan nilai tambah...
Ist/Kementan

Kabupaten Grobogan Siap Suplai Kebutuhan Jagung Bagi Peternak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 10:55 WIB
Pada bulan September dan Oktober 2021 ini produksi jagung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencapai 170 ribu...
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Raih Penghargaan Skytrax, Citilink Diminta Menhub Konsisten Jaga Prokes

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 22 September 2021, 09:45 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi meminta maskapai Citilink terus menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama beroperasi di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya