Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami surplus neraca dagang sebesar US$1,32 miliar pada Juni 2021. Capaian itu menjadikan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus dalam 14 bulan terakhi. Surplus pada Juni terjadi karena nilai ekspor Indonesia tercatat US$18,55 miliar, lebih tinggi dari nilai impor yakni US$17,23 miliar.
“Neraca perdagangan kita surplus sebesar US$1,32 miliar. Surplus ini karena nilai ekspor lebih tinggi dari impor. Ini menggembirakan, tercatat sejak Mei 2020 sampai Juni 2021 ini neraca perdagangan kita selalu surplus, ini kabar baik karena selama 14 bulan neraca perdagangan kita surplus,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono saat menyampaikan rilis secara virtual, Kamis (15/7).
Dia menambahkan realisasi kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Juni 2021 lebih baik ketimbang konsensus pasar. Sebab, berdasarkan konsensus pasar, ekspor Indonesia secara tahunan diperkirakan tumbuh 49,18%.
Nyatanya realisasi ekspor Indonesia tercatat tumbuh 54,46%. Begitu pula dengan impor yang diprediksi hanya tumbuh 48,67%, realisasinya lebih tinggi yakni 60,12%.
Margo mengatakan, surplus neraca dagang di Juni 2021 turut didorong oleh kinerja dagang Indonesia dengan Amerika Serikat yang tercatat mengalami surplus US$1,341 miliar, lalu surplus dengan Filipina sebesar US$649,7 juta, dan surplus dagang dengan Malaysia sebesar US$322,3 juta.
Sedangkan Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok sebesar US$603,2 juta, defisit dengan Australia US$474,6 juta, dan defisit dagang dengan Thailand US$330,6 juta.
Bila dihitung secara kumulatif, kata Margo, pada periode Januari-Juni 2021, Indonesia mengalami surplus neraca dagang sebesar US$11,86 miliar. Kineja dagang semester I 2021 itu lebih baik dari kinerja dagang sejak 2016.
“Kalau dilihat tren dari 2016 sampai 2021 bahwa neraca perdagangan barang kita surplusnya terus membaik. Ini kabar menggembirakan, bahwa ekspor kita semester I dibanding semester I tahun lalu. Harapannya ini memberikan dampak baik pada perekonomian secara keseluruhan,” pungkasnya. (Mir/OL-09)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved