Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA triwulan II-2021, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia mengindikasikan kegiatan dunia usaha terakselerasi. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang meningkat sebesar 18,98%, dibandingkan 4,5% pada triwulan I-2021.
Peningkatan didorong oleh kinerja sejumlah sektor antara lain pertambangan dan penggalian (8,5%), perdagangan, hotel dan restoran (3,66%), pengolahan (2,46%), serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan (1,38%), ejalan dengan faktor musiman dan keberhasilan panen tanaman bahan makanan.
Sektor konstruksi tumbuh -0,22%, menjadi satu-satunya yang terkontraksi meski membaik dibandingkan triwulan sebelumnya. Membaiknya permintaan masyarakat dan mulainya pembangunan menjadi faktor pendorong, di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan jumlah hari kerja yang terbatas pada triwulan laporan (Ramadan dan HBKN Idulfitri).
"Peningkatan kinerja sektor pertambangan didorong oleh permintaan domestik dan peningkatan produksi. Pada sektor perdagangan, hotel dan restoran didorong kenaikan permintaan saat bulan Ramadan dan Hari Idulfitri. Sementara itu sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan ditopang oleh faktor musiman dan keberhasilan panen komoditas tanaman bahan makanan (tabama)," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Rabu (14/7).
Pada triwulan III-2021, responden memprakirakan kegiatan usaha akan melambat meski masih positif dengan SBT sebesar 9,77%, lebih rendah dibandingkan SBT 18,98% pada triwulan II-2021.
Perlambatan kegiatan usaha di triwulan III-2021 sejalan dengan kebijakan pembatasan dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor tercatat melambat dan terindikasi terdapat 2 sektor yang diprakirakan mengalami kontraksi yaitu sektor industri pengolahan menjadi -1,84% dan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan menjadi -1,93%.
Sejumlah sektor lain yang diprakirakan melambat adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran menjadi 0,88%. Kemudian sektor pengangkutan dan komunikasi 0,62%, serta keuangan, real estate dan jasa perusahaan 1,83%.
Bank Indonesia juga mengindikasikan kapasitas produksi terpakai pada triwulan II-2021 meningkat hampir di seluruh sektor sejalan dengan kinerja kegiatan usaha. Kapasitas produksi terpakai pada triwulan II-2021 tercatat sebesar 75,33%, lebih tinggi dibandingkan 73,38% pada triwulan I-2021, meski masih lebih rendah dari rata-rata triwulan II sepanjang 3 tahun terakhir sebelum pandemi (2017-2019) yaitu 77,54%.
Kemudian, mayoritas responden menyatakan kondisi likuiditas pada triwulan II-2021 masih cukup baik, tercermin dari Saldo Bersih (SB) likuiditas sebesar 9,59% meningkat dibandingkan SB 8,01%, meski masih di bawah SB 30,59% pada triwulan II-2019.
Pada triwulan II-2021, perusahaan diindikasi masih mampu mencetak laba, tercermin dari SB indikator rentabilitas sebesar 7,71%, lebih tinggi dari 4,58% pada triwulan sebelumnya, meski belum setinggi SB 27,41% pada triwulan II-2019. Persentase responden yang menjawab rentabilitas dalam kondisi memburuk menurun dari 15,59% pada triwulan I-2021 menjadi 11,99% pada triwulan II-2021.
Responden menilai akses kredit perbankan pada triwulan II-2021 dalam kondisi normal dibandingkan triwulan sebelumnya. SB akses kredit pada triwulan II-2021 sebesar -2,44%, membaik dibandingkan SB -3,55% pada triwulan I-2021. Responden yang menjawab bahwa akses kredit lebih sulit tercatat 7,81% menurun dari 9,07% dari triwulan sebelumnya.
Tekanan kenaikan harga jual diindikasikan menurun pada triwulan II-2021 dibandingkan triwulan sebelumnya dengan nilai SBT sebesar 6,48%, lebih rendah dari SBT 8% pada triwulan I-2021. Hal tersebut didorong melambatnya kenaikan harga jual sektor pertanian, bertepatan dengan musim panen, dan industri pengolahan sejalan dengan strategi perusahaan menjaga permintaan masyarakat.
Hasil survei pada triwulan II-2021 juga menunjukan responden memprakirakan rata-rata inflasi pada tahun 2021 sebesar 3% (yoy), atau berada dalam rentang sasaran inflasi 2021 sebesar 3,0%±1%.
Adapun realisasi investasi pada triwulan II-2021 terindikasi meningkat dengan SBT sebesar 2,94%, lebih tinggi dari SBT 0,68% pada triwulan I-2021, meski masih lebih rendah dibandingkan SBT 9,71% pada triwulan II-2019. Peningkatan kegiatan investasi terjadi sejalan dengan kegiatan usaha yang membaik didukung peningkatan harga komoditas internasional.
Berdasarkan PMI – Bank Indonesia, kinerja Industri Pengolahan terindikasi semakin membaik dan berada pada fase ekspansi di triwulan II-2021. Hal ini tercermin dari indeks PMI – BI sebesar 51,45%, meningkat dari 50,01% pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan subsektor, peningkatan kinerja PMI-BI triwulan II-2021 terjadi pada hampir seluruh subsektor Industri Pengolahan.
Sejumlah subsektor tercatat berada dalam fase ekspansi (Indeks >50), dengan indeks tertinggi pada subsektor makanan, minuman dan tembakau (55,74%), kertas dan barang cetakan (53,88%) dan pupuk, kimia & barang dari karet (50,24%).
Pada triwulan III-2021, kinerja PMI-BI diprakirakan mengalami kontraksi dengan indeks sebesar 49,89%. Kontraksi diprakirakan terjadi pada mayoritas subsektor Industri Pengolahan, dengan penurunan terdalam pada subsektor alat angkut, mesin & peralatannya (47,08%) sejalan dengan pengetatan mobilitas saat PPKM Jawa-Bali, dan subsektor tekstil, barang kulit & alas kaki (47,45%).
Bank Indonesia akan terus mencermati dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemungkinan berimbas terhadap kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan III-2021.
Kinerja beberapa sektor diprakirakan menurun seperti sektor Industri pengolahan serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan.
"Responden memprakirakan kegiatan usaha melambat pada triwulan III 2021 dibandingkan dengan capaian pada triwulan II 2021 meski masih positif dengan SBT sebesar 9,77%. Perlambatan kegiatan usaha diprakirakan terjadi pada beberapa sektor ekonomi seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan," kata Erwin. (OL-13)
Baca Juga: Sri Mulyani: 7.652 Pegawai Pajak Terpapar Covid-19 Disiplin Prokes Harga Mati
Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan stadion sebagai upaya memperkuat ekosistem sepak bola sekaligus pemberdayaan UMKM.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan.
Sebagai agency terkemuka, HDA GO memposisikan diri sebagai solusi end-to-end bagi pemilik restoran, coffee shop, tempat makan, hingga penginapan.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved