Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISARIS Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berjanji akan membereskan permasalahan yang terjadi di perusahaan penambangan minyak dan gas bumi milik pemerintah itu.
Selain membongkar kartu kredit para pejabat tinggi Pertamina yang dianggap tak efisien, kali ini Ahok mengungkapkan soal pengadaan pembayaran yang dinilai dipersulit oleh beberapa pihak.
"Kalau menyangkut Pertamina lapor ke saya. Pasti saya kerjain nanti kalau ada yang macam-macam, itu aja jaminan saya," tegas Ahok dalam webinar, Kamis (8/7).
"Kalau di Pertamina banyak sekali pengaduan termasuk pengadaan pembayaran yang dipersulit, jadi Pertamina punya satu kebiasaan enggak mau bayar (cepat). Padahal APBN kita itu ingin cepat (penyaluranya)," tambahnya.
Ahok pun membeberkan alasan perusahaan pelat merah itu enggan membayar cepat dalam pengadaan barang. Menurut pengakuannya, kalau pembayaran sudah dikerjakan, akan ada proses verifikasi yang memakan waktu.
Baca juga : Ahok Buka-bukaan, Banyak Pihak yang Tak Mau Dirinya di Pertamina
Saat proses itu berlangsung, Ahok mengatakan kerap dimanfaatkan oleh oknum ketiga yang menawarkan penyelesaian penyediaan barang dan diduga ada celah sogok menyogok.
"Di situ ada terjadi kemungkinan sogok menyogok. Ada pihak ketiga yang menawarkan bisa mengurus, mempermudah bantuan. Ini yang kami kontrol dari bawah agar semua mesti input dan harus bayar otomatis," jelas Ahok.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan soal pentingnya transparansi kerja di lingkungan suatu perusahaan, termasuk Pertamina.
Ahok pun menyinggung di era digital ini segala informasi bisa didapat dan dibagikan ke publik asal sesuai ketentuan yang berlaku.
"Di dunia ini masih banyak kok orang baik yang membantu Anda. Jadi kalau Anda punya barang bagus, ya enggak usah takut. Saya juga sering ribut soal e-katalog. Apa sih yang susah? Tidak ada yang susah sebenarnya di zaman keterbukaan ini," pungkas Ahok. (OL-2)
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan kesaksian keras dan emosional dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina (Persero).
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
Selain itu, Ahok mengaku tidak mengetahui soal penghitungan kerugian negara dalam perkara ini yang nilainya mencapai Rp285 triliun, sebagaimana tuduhan jaksa.
Ahok bersaksi di sidang korupsi migas Rp285 triliun. Ia menyebut lapangan golf sebagai tempat negosiasi bisnis yang paling sehat dan murah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved