Sabtu 03 Juli 2021, 18:43 WIB

Ada PPKM Darurat, PUPR Pastikan Proyek Infrastruktur Terus Berjalan

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ada PPKM Darurat, PUPR Pastikan Proyek Infrastruktur Terus Berjalan

Antara
Ilustrasi pembangunan infrastruktut

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan proyek infrastruktur pemerintah terus berjalan, meski ada pembatasan aktivitas seperti PPKM darurat Jawa-Bali dan lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengungkaplan pembangunan infrastruktur akan sebisa diupayakan tidak dihentikan. Dalam ketentuan PPKM darurat, sektor kontruksi maupun transportasi masuk dalam sektor pokok, yang mana kapasitas pekerja yang masuk kerja maksimum 100%.

"Ini artinya tidak ada proyek yang dihentikan walaupun dalam kondisi berat saat ini di tengah pandemi Covid-19 gelombang kedua. Misalnya, pembangunan bendungan terus dikebut supaya selesai sesuai target," ungkap Endra, Sabtu (3/7).

PUPR mengejar percepatan pembangunan infrastruktur lewat program padat karya tunai (PKT) pada sejumlah proyek. Endra juga menegaskan, pihaknya menggandeng Badan Usaha Milik Negara dan para investor untuk memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat lewat PKT tersebut.

“Ada sebagian proyek yang bisa dikerjakan dengan pola PKT. Misalnya saja, pengecatan marka jalan, babat rumput, penyiraman tanaman, hingga pembuatan pagar di jalan tol," jelasnya.

Menurut Endra, selain PKT yang menjadi program utama untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN), juga terdapat empat program lainnya yakni dukungan pengembangan pariwisata, dukungan pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT).

Dia menjabarkan, program PKT PUPR terbesar alokasi anggaranya dengan Rp 23,24 triliun dan ketahanan pangan Rp 34,3 triliun, kemudian pengembangan KIT Batang Rp9,83 triliun, dukungan pariwisata Rp3,81 triliun dan lainnya.

Dikatakan Endra, terdapat 20 kegiatan yang termasuk dalam program PKT Kementerian PUPR dengan tujuan membuka lapangan kerja seluas-luasnya ke berbagai daerah. Pekerjaan PKT ini, lanjutnya, untuk konstruksi yang tidak membutuhkan dukungan teknologi dan tidak berisiko tinggi.

"PKT ini memang diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga mengurangi angka pengangguran," ujarnya.

Endra mengungkapkan, berdasarkan data hingga saat ini progres realisasi PKT sudah sebesar 47,1%. Sedangkan dari sisi penyerapan tenaga kerja sudah sebesar 61%, yakni dari target 1,23 juta orang sudah 755.816 tenaga kerja yang terserap.

"Memang kita pacu sesuai dengan perintah Presiden pada saat rapat kabinet dan rapat kabinet terbatas. Karena itu, targetnya harus kita percepat,” pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Dok. Kementerian ESDM

Kementerian ESDM Uji Coba Bensa, Bensin yang Mengandung Minyak Sawit 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Bensa berkualitas tinggi ini akan menjadi parameter untuk penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) untuk...
Dok. Yupi

Ada Hoaks Soal Produknya, Yupi Tegaskan Permen yang Diproduksinya Telah Kantongi Sertifikat Halal 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 22:58 WIB
Direktur Marketing & Sales Yupi Juliwati Husman menegaskan, pihaknya sudah mengantongi sertifikasi halal untuk seluruh proses produksi...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina 

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:20 WIB
Presiden kembali menekankan pentingnya pembangunan industri hilir terutama di sektor mineral dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya