Kamis 24 Juni 2021, 10:44 WIB

Kemenkop UKM Telah Tindak Lanjuti Temuan BPK Terkait BPUM

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kemenkop UKM Telah Tindak Lanjuti Temuan BPK Terkait BPUM

ANTARA
Seorang pelaku usaha mikro penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) memperlihatkan buku tabungannya usai mencairkan dana bantuan.

 

PROGRAM Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) merupakan upaya pemerintah untuk mendukung usaha mikro agar dapat bertahan dan terus melanjutkan usaha di tengah pandemi covid-19 dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan rangkaian verifikasi data penerima program BPUM secara berjenjang. Hal ini bertujuan agar penerima dapat tepat sasaran.

“Proses pembersihan data penerima BPUM dilakukan secara berjenjang dan berulang sejak dari Dinas Kabupaten/Kota hingga di Kementerian Koperasi dan UKM. Apabila ada temuan data terbaru mengenai penerima BPUM segera ditindaklanjuti,” ungkap Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim menanggapi Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK Semester II 2020 terkait pelaksanaan BPUM, Kamis (24/6).

Arif mengatakan adanya informasi penerima BPUM tidak sesuai kriteria kemungkinan bersumber dari Laporan Awal Hasil Pemeriksaan BPK atas penyaluran BPUM sekitar bulan Desember 2020.  Rekomendasi temuan tersebut per Maret 2021 sudah ditindaklanjuti oleh  Kemenkop UKM dan sudah dilakukan pengujian yang dapat diterima oleh Tim BPK.

Baca Juga: Kemenkop UKM Dorong UMKM Tingkatkan Inovasi Teknologi

Sejumlah langkah penyelesaian dilakukan apabila ditemukan penerima tidak sesuai kriteria dan dana belum dicairkan maka dilakukan pemblokiran dana oleh bank penyalur. “Telah dilakukan penyetoran sesuai rekomendasi BPK dan telah dilakukan  pengujian terhadap dana yang disetorkan ke kas negara. Semua tindak lanjut yang kami lakukan tersebut di atas sudah dinilai sesuai oleh BPK dan Laporan Keuangan Kemenkop UKM mendapatkan opini WTP,” tuturnya.

Arif menambahkan, ada beberapa faktor ketidaktepatan penerima BPUM sesuai kriteria. Antara lain, belum adanya satu data/database tunggal terkait UMKM dan waktu pendataan dan penyaluran yang sangat terbatas sebagai dampak adanya pendemi covid-19. Sehingga dibutuhkan kecepatan penyaluran kepada UMKM yang terkena dampak.

“Oleh sebab itu, verifikasi atau pengecekan data terus menerus dilakukan,” tegas Arif.

Terkait hasil pemeriksaan BPK tentang penyaluran subsidi bunga atau margin KUR yang belum tersalurkan, Arif mengatakan telah dilakukan rekonsiliasi dengan bank penyalur dan  dalam proses pengembalian ke kas negara.

Dia menyampaikan dari survei yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan bekerja sama dengan PNM menegaskan bahwa program KUR memberi manfaat yang sangat besar bagi pelaku usaha mikro. Hasil survei menyatakan 99,4% pelaku usaha penerima program BPUM memiliki omzet tahunan di bawah Rp300 Juta. Survei juga menunjukkan 75,9% usaha penerima program tetap membuka usaha di masa pandemi covid–19. Melalui program BPUM, dinyatakan terjadi kenaikan omzet rata-rata sebesar 41,1% setelah masa pencairan bantuan.

Survei juga menyatakan 98,9% penerima program BPUM menggunakan bantuan untuk keperluan usaha dipakai untuk membeli bahan baku, membayar atau sewa alat produksi, membayar utang usaha dan membayar pekerja.

“Dari data di atas terlihat bahwa program BPUM telah berhasil untuk meringankan beban bagi UMKM  dala m masa pandemi Covid-19 dan membantu untuk meningkatkan omzet penjualan sehingga sejalan dengan tujuan Program BPUM,” pungkasnya. (Des/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Harapan Covid-19 Mulai Terkendali, Bursa Global Topang IHSG Menguat

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:42 WIB
Penguatan IHSG didorong optimisme jumlah kasus Covid-19 yang mulai bertahap menurun, meskipun PPKM masih diperpanjang sepekan ke...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

KKP Larang Penjualan Benur Ukuran di Bawah 5 Gram

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:27 WIB
Ketut Sugama mengatakan, keputusan tersebut bukan untuk menghalangi pelaku usaha melainkan untuk menjamin kegiatan budidaya BBL berjalan...
Dok Kemenko Marves

Luhut Undang IDI, Ekonom hingga Mahasiswa untuk Tangani Covid-19

👤Insi Nantika J 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:18 WIB
Menko Marves menyatakan telah menyusun dan membuat formula pengendalian pandemi covid-19 di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya