Senin 21 Juni 2021, 09:09 WIB

Sandiaga Uno Ingin Superhero Lokal Berjaya di Negeri Sendiri

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Sandiaga Uno Ingin Superhero Lokal Berjaya di Negeri Sendiri

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Kemenparekraf Sandiaga Uno

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menekankan karakter-karakter pahlawan super lokal harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Oleh karena itu, industri kreatif dalam negeri harus bisa membesarkan nama tokoh-tokoh superhero nasional untuk bisa dikenal lebih luas di masyarakat.

Saat ini, menurutnya, terdapat satu karakter yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala besar yaitu Bima-S.

Karakter yang diciptakan pengusaha muda Reino Barack tersebut sedianya sudah mengudara melalui serial live-action dan animasi. Namun, Sandiaga melihat itu masih belum cukup.

"Bima-S harus bisa bersaing dengan pahlawan-pahlawan besar seperti dari Marvel, DC Comic. Mudah-mudahan, ini mimpi saya," ujar Sandiaga.

Ia mengatakan pengenalan karakter pahlawan super kepada masyarakat tidak bisa dilakukan hanya melalui produksi film atau serial saja. Itu harus dilengkapi dengan upaya-upaya pendukung, misalnya pembuatan mainan.

Ia pun mengaku senang ketika mengetahui ada perusahaan dalam negeri yang berani memproduksi mainan atau action figure Bima-S.

Baca juga: Jagat Sinema Bumi Langit Luncurkan 7 Film Superhero Nasional

Keinginan Sandiaga untuk membesarkan pahlawan super lokal tentu bukan tanpa alasan. Ia meyakini hal itu bisa memberi multiplier effect bagi industri kreatif di Indonesia.

"Ini akan membantu mengembangkan ekosistem ekonomi terutama di industri kreatif yang pada akhirnya bisa membuka lapangan kerja lebih besar lagi. Saya harap Bima-S juga bisa menginspirasi properti intelektual lainnya untuk bergerak terus membangun ekosistem," ucapnya.

CEO Royal Kreasi Cermerlang (RKC) Stephen Sutjiadi selaku produsen mainan Bima-S melihat minat pasar dalam negeri terhadap sosok superhero lokal sangat tinggi.

Ia optimistis atas respon yang ditunjukkan pasar sejauh ini.

“Antusiasme pasar sangat baik. Masyarakat Indonesia masih sangat receptive terhadap intellectual property buatan Indonesia beserta produk-produk terapannya," tutur Stephen.

Ia mengungkapkan, saat ini, mainan BIMA-S sudah dipesan hampir satu juta unit. Adapun, hingga akhir tahun, angka tersebut diproyeksikan akan terus tumbuh hingga dua juta unit.

Sebagai produk baru, mainan Bima-S memiliki kualitas dan standar keamanan yang baik.

“RKC mengedepankan empat aspek utama dalam setiap produk yang diluncurkannya, yaitu ramah lingkungan, aman digunakan, aman bagi anak dan balita, serta tersertifikasi SNI. Hal tersebut terus kami jaga agar dapat menjamin keberlanjutan dan daya saing produk,” papar Stephen.

RKC telah berkecimpung lebih dari 30 tahun dalam bidang industri mainan dan telah berpartner dengan banyak mitra baik dari nasional maupun internasional.

Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan telah memproduksi lebih dari 100 item mainan yang dipasarkan ke seluruh Indonesia.

“Kami berharap terobosan yang dilakukan di tengah pandemi ini dapat memicu bangkitnya kembali industri kreatif nasional serta dapat membuktikan bahwa mainan dalam negeri masih sangat diminati, sehingga para insan kreatif, pelaku usaha, dan semua pihak yang terlibat di industri ini dapat terus optimis dalam berkarya untuk kemajuan industri kreatif,” tukasnya.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Presiden Apresiasi Perusahaan Berkinerja Ekspor Baik 

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:30 WIB
“Saya menyampaikan selamat kepada para eksportir Indonesia penerima penghargaan Primaniyarta. Bapak ibu telah membantu percepatan...
Antara

Kementerian Perindustrian dan Pemprov Jabar Bawa Industri Halal hingga Ekonomi Kreatif ke Dubai Ekspo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:28 WIB
Pememprov turut meramaikan Paviliun Indonesia dengan memamerkan produk...
AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya