Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas berjangka kembali tergelincir pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (19/6), membukukan kerugian untuk hari kedua berturut-turut dan mencatat minggu terburuk dalam lebih dari setahun, terpukul oleh dolar yang memperpanjang relinya didukung pandangan hawkish Federal Reserve AS.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 5,8 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup pada 1.769 dolar AS per ounce. Emas telah kehilangan 5,9 persen untuk minggu ini, penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 13 Maret 2020.
Sehari sebelumnya, Kamis (17/6/2021), emas berjangka terjun 86,6 dolar AS atau 4,65 persen menjadi 1.774,80 dolar AS, setelah naik 5 dolar AS atau 0,27 persen menjadi 1.861,40 dolar AS pada Rabu (16/6/2021), dan tergelincir 9,5 dolar AS atau 0,51 persen menjadi 1.856,40 dolar AS pada Selasa (15/6/2021).
The Fed pada akhir pertemuan kebijakan moneternya Rabu (16/6/2021) mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan apakah akan mengurangi pembelian asetnya di setiap pertemuan berikutnya dan memajukan proyeksi kenaikan suku bunga pada 2023.
Emas semakin terpukul oleh pernyataan Presiden Fed St. Louis, James Bullard bahwa inflasi yang lebih kuat dari yang diantisipasi dan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat adalah respons "alami" terhadapnya. Ia mengatakan pada Jumat (18/6/2021) mengharapkan bank sentral menaikkan suku bunga acuan pada 2022.
"Pasar takut akan upaya-upaya Fed lebih lanjut," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Masih harus dilihat "seberapa banyak pembicaraan Fed yang akan kita dapatkan tentang potensi mengurangi pembelian aset dan menaikkan suku bunga di beberapa titik di masa depan, jika perkiraan ini benar," tambah Meger.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menuju minggu terbaiknya dalam hampir sembilan bulan, mengurangi daya pikat emas untuk pemegang mata uang lainnya.
Tetapi beberapa analis, termasuk dari Goldman Sachs dan Commerzbank, mengatakan emas dapat bersiap untuk pemulihan.
Mungkin ada lebih banyak tekanan jual jangka pendek dalam emas tetapi di beberapa titik pemburu barang murah bisa turun tangan, merasakan peluang beli mengingat bahwa kenaikan inflasi secara historis "bullish" untuk logam mulia, kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Commerzbank juga mempertahankan perkiraannya untuk harga emas akhir tahun 2.000 dolar AS per ounce tidak berubah.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 11,3 sen atau 0,44 persen, menjadi ditutup pada 25,699 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot 14,2 dolar AS atau 1,35 persen, menjadi ditutup pada 1.041 dolar per ounce. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Akhir Pekan Wall Street Ditutup Turun Tajam
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, SeninĀ 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved