Jumat 18 Juni 2021, 10:40 WIB

Bagus untuk Kesehatan, Porang Juga Turut Andil Entaskan Kemiskinan

mediaindonesia.com | Ekonomi
 

GAYA hidup sehat sudah menjadi tren seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga imunitas dan kesehatan terlebih di masa pandemi. Untuk itu diperlukan asupan pangan yang sehat dan bergizi sebagai sumber energi.

Dalam upaya menjamin ketersediaan pangan tersebut, berdasarkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan gerakan diversifikasi pangan. Yakni dengan menawarkan alternatif pengganti beras sebagai sumber karbohidrat dan energi yang sehat, salah satunya yaitu porang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy ketika menghadiri Gerakan Panen Porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (17/6) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dalam dunia kesehatan, kandungan Porang sangat istimewa. Salah satunya ada unsur glukomannan yang sangat bermanfaat untuk semua hal termasuk untuk kesehatan. Tidak hanya itu, berbagai macam produk turunan Porang dapat juga digunakan untuk diet.

Baca Juga: Penuhi 20% Kebutuhan Porang Dunia, Teknologi Pangan Harus Dikembangkan

"Sekarang di pasar kita ada mie porang yang harganya sangat keren dan itu sebagian besar masih impor. Mudah-mudahan nanti Bapak Menteri Pertanian bisa mendorong untuk segera menggeser jeni-jenis bahan makanan yang tidak ramah dengan kesehatan terutama makanan yang dipakai sehari -hari," ujar Muhadjir.

Menko PMK juga mengatakan pengembangan komoditas Porang punya andil mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Madiun. Ke depan, pengembangan komoditas ini juga diharapkan tetap memberikan jaminan kesejahteraan pada petani porang bahkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Jadi Porang ini sangat menjanjikan dan harus kita kawal betul dalam diversifikasi kemudian riset-riset untuk meningkatkan varietas dan itu betul-betul bisa menjamin bahwa petani Porang ini terjamin kesejahteraannya, syukur- syukur akan bisa meningkat," imbuhnya.

Sejak 2020, Kementan, menurut Mentan SYL, telah mengembangkan komoditas Porang secara optimal dengan mendorong baik hulu maupun hilir. Saat ini Porang dan sarang burung walet bahkan sudah ditetapkan sebagai komoditas superprioritas untuk meningkatkan nilai ekspor pertanian.

"Sejak 2020 Kementan memasukkan ini dalam komoditas pertanian walaupun tanaman itu sudah lama ada tapi ini tanaman hutan sebenarnya. Jadi sekarang kita optimalkan bahkan Bapak presiden mengatakan Porang harus menjadi harta karun kita yang baru untuk mengangkat ekonomi," kata Mentan usai melakukan panen Porang.

Mentan menambahkan Kementan akan segera menjabarkan agenda aksi dalam pengembangan budidaya, pasca panen bahkan hilisasi porang. Tidak hanya itu, Mentan juga mendorong para petani untuk turut mengembangkan porang di berbagai daerah. 

"Saya berharap semua orang di dunia ini tahu bahwa Porang itu asalnya dari Indonesia. Tentu saya juga mendorong semua pihak dengan kekuatan pertanian yang semakin maju, mandiri dan modern ini mampu menghasilkan porang yang berkualitas," pungkasnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok. Bank Victroria

RUPSLB Bank Victoria Ungkap Peningkatan Pendapatan Hingga 126% dan Tambahan Susunan Pengurus

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:14 WIB
Pencapaian kinerja operasional itu mempengaruhi kinerja keuangan Bank Victoria dimana pendapatan bunga bersih meningkat 126% menjadi...
Antara/Muhammad Adimaja.

IHSG Ditutup Menguat Ditopang Melandainya Inflasi AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:07 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/8) sore ditutup menguat. Penguatan ini ditopang...
ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Menteri Desa: BLT 2023 Difokuskan ke Penerima Miskin Ekstrem

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:06 WIB
"Di 2023, BLT tetap ada. Besarannya tetap Rp300 ribu (per penerima). Tapi, yang dapat adalah miskin ekstrem dari pengukuran World Bank...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya