Sabtu 12 Juni 2021, 10:30 WIB

BPDPKS Berkomitmen Libatkan Petani Sawit dalam Mandatori Biodiesel

Andhika Prasetyo | Ekonomi
BPDPKS Berkomitmen Libatkan Petani Sawit dalam Mandatori Biodiesel

ANTARA/Aswaddy Hamid
Pekerja mengumpulkan buah sawit di sebuah RAM Kelurahan Purnama Dumai, Riau.

 

BADAN Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen melibatkan petani kelapa sawit dalam program mandatori biodiesel.

Plt Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan Civil Society BPDPKS Sulthan Muhammad Yusa mengungkapkan konsumsi minyak sawit di dalam negeri terus mengalami peningkatan setelah kebijakan penggunaan bahan bakar solar dengan bauran minyak kelapa sawit 30% atau B30 berjalan.

Tercatat, pada 2020, konsumsi sawit Tanah Air mencapai 17,35 juta ton atau tumbuh 3,6% dari 2019 yang hanya 16,75 juta ton.

Baca juga: Penyuluh Pertanian di Indramayu Siap Tingkatkan Produktivitas

Oleh karena itu, harus ada upaya peningkatan produktivitas sawit di sisi hulu demi memastikan ketersediaan bahan baku biodiesel selalu aman.

"Ke depan, BPDPKS akan mendorong petani sawit masuk ke rantai pasok biodiesel sawit," ujar Yusa melalui keterangan resmi, Sabtu (12/6).

BPDPKS akan membantu petani sawit mengolah hasil produksi mereka sendiri dengan menggunakan teknologi Fatty Acid Methly Ester (FAME) dan biohidrokarbon.

"Pengembangan tersebut akan diimplementasikan dengan skala yang tidak besar, sesuai dengan kapasitas para petani," tuturnya.

Sekretaris Jenderal Serikat Petani kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengaku, selama ini, pihaknya memang belum pernah dilibatkan secara langsung dalam program mandatori biodiesel.

"Faktanya petani sawit swadaya tidak terhubung sama sekali dengan program mandatori biodiesel," ucap Darto.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan besar yang menguasai hilirisasi kerap mengambil bahan baku dari mitra-mitra mereka yang juga merupakan korporasi pemilik kebun besar.

Bahkan ada perusahaan yang mengambil bahan baku dari Malaysia.

"Ini yang membuat kami sedih. Kenapa program ini justru melibatkan pihak asing, bukannya dengan petani sawit yang memang ada di Indonesia," jelasnya.

Sedianya, ia berpandangan petani sawit memiliki kemampuan untuk masuk ke rantai pasok biodiesel karena mereka menguasai 40% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

"Dengan memasukkan petani sawit mandiri ke rantai pasok produksi biodiesel, itu akan membantu meningkatkan kesejahteraan dan memberantas kemiskinan. Itu juga akan mengurangi risiko deforestasi karena kita menggunaka kelapa sawit yang dihasilkan dari lahan petani sawit mandiri," tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

ADB Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 3,5% Pada 2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 22 September 2021, 13:16 WIB
Indonesia diperkirakan tumbuh 3,5% pada tahun 2021 dan 4,8% pada 2022 di tengah pandemi penyakit virus korona (Covid-19), demikian menurut...
Dok/SETWAPRES

Wapres: Potensi Besar Ekonomi Syariah Masih Bisa Dicapai Indonesia

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 22 September 2021, 12:54 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan, mengatakan pada semester I-2021, sektor industri produk halal terus memberikan nilai tambah...
Ist/Kementan

Kabupaten Grobogan Siap Suplai Kebutuhan Jagung Bagi Peternak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 10:55 WIB
Pada bulan September dan Oktober 2021 ini produksi jagung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencapai 170 ribu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya