Kamis 10 Juni 2021, 19:16 WIB

Kemenparekraf Gelontorkan Rp60 Miliar Untuk Pulihkan Pariwisata

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Kemenparekraf Gelontorkan Rp60 Miliar Untuk Pulihkan Pariwisata

Antara/Fikri Yusuf
Menparekraf Sandiaga Uno melakukan Work From Bali sebagai bagian upaya pulihan pariwisata

 

PARIWISATA adalah salah satu sektor yang terdampak berat selama pandemi Covid-19. Itulah sebab Pemerintah melakukan berbagai terobosan untuk pemulihan sektor pariwisata Indonesia,  salah satunya melalui program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP).

Tahun ini Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp60 miliar, termasuk juga perencanaan pemberian Dana Hibah Pariwisata jilid II, sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Terkait program hibah pariwisata yang juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemerintah sudah menyalurkan dana mencapai Rp3,3 T sepanjang tahun lalu, yang telah terserap 70% untuk hotel dan restoran. Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan berbagai program stimulus dalam rangka PEN yang sudah berjalan, seperti misalnya subsidi bunga, restrukturisasi kredit dan KUR Pariwisata.

“Ada keyakinan pertumbuhan di sektor pariwisata akan bisa kita capai. Sebagai contoh, secara aktual perekonomian di Yogyakarta sekarang tumbuh di angka 6 persen dan diikuti oleh pertumbuhan angka keterisian hotelnya juga. Dengan situasi sekarang ini sebenarnya masyarakat rindu untuk berwisata tetapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan,” ujar Henky Manurung, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf dalam Dialog yang dilaksanakan KPCPEN dan FMB9.

Baca juga : 2030, Kontribusi Ekonomi Digital Bisa Capai Rp4.531 Triliun

Henky menambahkan, selain stimulus, pihaknya juga tengah mendorong agar penerapan standar Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) dilakukan oleh seluruh pelaku usaha yang terkait pariwisata, termasuk operator hotel.

Pada kesempatan yang sama, praktisi kesehatan dr. Ratih C. Sari mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan standarisasi CHSE oleh berbagai pihak yang terlibat dalam industri.

Dia menilai, pelaksanaan protokol kesehatan ketat di berbagai fasilitas umum seperti airport, stasiun kereta, penginapan, pusat perbelanjaan maupun pusat wisata, merupakan upaya gotong royong yang dapat membantu pemulihan perkenomian nasional.

"Itu semua menambah rasa aman untuk pengunjung/traveller. Tentu sangat penting sebagai pribadi tetap menjaga protokol kesehatan," kata Ratih. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

PHRI Setuju Hentikan Isolasi Mandiri di Hotel, Ini Alasannya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:29 WIB
Pembayaran terus ditunda sehingga berdampak pada operasional usaha. Hotel juga tidak bisa menerima tamu lain karena sudah dijadikan tempat...
Dok Intiland

Animo Naik, Intiland Perkuat Rumah Tapak di Surabaya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:00 WIB
Saat ini kebutuhan masyarakat terhadap produk rumah tapak cenderung bergerak...
Ist

Tingkatkan Kemudahan Bertransaksi, BPJAMSOSTEK Kerja Sama dengan LinkAja

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 22:48 WIB
Kerja sama antara BPJAMSOSTEK dan LinkAja tersebut melengkapi pilihan kanal pendaftaran yang sebelumnya yaitu melalui website dan aplikasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya