Kamis 10 Juni 2021, 17:18 WIB

Kementan Luncurkan Aplikasi UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Luncurkan Aplikasi UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan

Ist/Kementan
Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak meluncurkan aplikasi bidang peternakan yang dinamakan UPT Online.

 

KEMENTERIAN  Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak meluncurkan aplikasi bidang peternakan dan kesehatan hewan berbasis online atau yang dinamakan UPT Online.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, aplikasi UPT Online ini merupakan salah satu terobosan dari Kementan untuk mempermudah dalam melihat atau memantau perkembangan pemeliharaan atau pembibitan di Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan bisa membantu dan memudahkan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan.

"Intinya aplikasi ini akan memudahkan, misalnya seperti mempermudah untuk mengotrol perkembangan UPT di Indonesia," kata Mentan SYL.

Ditjen PKH Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak sendiri memiliki 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan yang dalam tugas dan fungsinya yaitu menghasilkan bibit dan benih. UPT tersebut di antaranya BBPTU HPT Baturraden, BPTU HPT Denpasar, BPTU HPT Padang Mengatas, BPTU HPT Sembawa, BPTU HPT Indrapuri, BPTU HPT Pelaihari, BPTU HPT Siborong Borong, BBIB Singosari, BIB Lembang dan BET Cipelang. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menjelaskan, aplikasi ini memberikan nilai positif karena penghasil bibit bisa dipantau dan dikontrol baik dari populasinya, kelahiran, distribusi serta beberapa kendala reproduksi ternaknya.

"Dengan adanya aplikasi ini, kita harus bangga karena perkembangan ternak ternak di UPT penghasil bibit bisa kita pantau dan dikontrol," imbuh Nasrullah.

Ia menerangkan, aplikasi ini merupakan aplikasi bebasis website yang mana di dalamnya bisa menggambarkan tentang dinamika populasi masing-masing UPT, khususnya UPT penghasil bibit. Menu yang ditampilkan berupa dinamika populasi seperti jumlah populasi ternak, kelahiran, distribusi, dan reproduksi ternak.

Dalam tampilannya aplikasi ini juga bisa memperlihatkan struktur populasi ternak berdasarkan umur yaitu anak (0-6 bulan), muda (6-18 bulan) serta dewasa/produktif (diatas 18 bulan). 

"Yang menarik lagi dari aplikasi ini disediakan menu Alert System yaitu berupa menu untuk memonitor kinerja teknis reproduksi ternak khususnya sapi," jelas Nasrullah.

Beberapa menu lain yang juga sudah dikembangkan yaitu jumlah dan identitas dara yang belum/sudah dikawinkan yang muncul jika ternak betina sudah masuk dewasa kelamin serta jumlah dan identitas betina yang sudah dilakukan pemeriksaan kebuntingan (PKB) yang muncul jika sudah dikawinkan minimal 1,5 bulan sebelumnya.

Kemudian, menu persiapan beranak yang muncul mulai bulan ke-8 kebuntingan, induk siap kawin (post partus dan PKB tidak bunting) yang muncul 2 bulan setelah betina beranak atau di kawinkan namun belum bunting, dan ternak dengan potensi gangrep (tiga kali di inseminasi buatan tidak bunting, kosong di atas sembilan bulan dan ternak yang memang ada gangguan reproduksi/gangrep) untuk memonitor ternak yang belum bunting karena sakit maupun ada gangguan reproduksi.

Aplikasi ini diyakini sangat memudahkan bagi pimpinan, baik di pusat maupun di masing-masing UPT untuk memantau kinerja reproduksi ternak, khususnya sapi pada UPT perbibitan.

Nantinya para pimpinan bisa segera mengambil langkah-langkah teknis dan kebijakan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi reproduksi.

Untuk menjaga aplikasi ini berjalan secara berkelanjutan, koordinasi yang baik dengan UPT terkait akan terus dilakukan. Hal ini dikarenakan data-data pelaksanaan ini bersumber dari masing-masing UPT. 

"Unit Pelaksana Teknis harus secara berkala menginput data di aplikasi ini sehingga data yang ditampilkan atau disajikan bisa real time," tutur Nasrullah. (RO/OL-08)

Baca Juga

Antara

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Raih Peringkat Tertinggi

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:56 WIB
Lembaga pemeringkat Pefindo menegaskan peringkat “idAAA” terhadap PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Obligasi...
Antara

Tol Laut T-19 Kunci Distribusi ke Papua

👤Antara 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:04 WIB
Tol laut meningkatkan perekonomian dan menurunkan disperitas...
Antara/Siswo Widodo

Jangan Seret Nama Petani Untuk Urusan Impor Gula

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 09:56 WIB
Soemitro memastkan APTRI dengan tegas menolak penambahan impor dan pendirian pabrik gula rafinasi di Jawa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya