Kamis 10 Juni 2021, 16:13 WIB

Menkop UKM: Wirausaha Menjadi Pilihan Strategis Bagi Kaum Milenial

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Menkop UKM: Wirausaha Menjadi Pilihan Strategis Bagi Kaum Milenial

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR.

 

MENTERI Koperasi dan UKM (Menkop-UKM) Teten Masduki mengatakan, berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi kaum milenial. Selain punya modal berupa tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis.

“Saatnya menjadi petani, peternak, atau pembudidaya udang muda di negeri ini," ungkapnya dalam acara Dies Natalis ke-15 dan Lustrum ke-3 Universitas Negeri Semarang (UNNES) secara daring, Kamis (10/6).

Potensi ini, lanjut Teten, juga ditangkap dalam rangka meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47% (lebih rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%).

"Apalagi, pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP No. 7/2021," ujar Teten.

Menurut Teten, instrumen ini nantinya diharapkan dapat memastikan target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja.

“Target rasio kewirausahaan tahun ini sebesar 3,55% dan sebesar 4% di tahun 2024," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi menjadi media akselerasi pertumbuhan usaha koperasi dan UMKM.

Berdasarkan data Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA), kata Teten, selama pandemi terjadi kenaikan penjualan pada platform e-commerce sebesar 25%.

“Artinya, masyarakat Indonesia terutama pelaku UMKM telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan," ucap Teten.

Saat ini, Kemenkop UKM tengah memperkuat UMKM go digital dengan dua pendekatan yakni, peningkatan kapasitas usaha melalui penguatan database, peningkatan kualitas SDM dan pengembangan kawasan/klaster terpadu UMKM.

Kedua, perluasan pasar digital melalui Kampanye BBI, onboarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.

"Dalam melindungi produk-produk dalam negeri, kami mendorong semua stakeholder untuk membatasi produk impor yang menjual di bawah harga produksi (predatory pricing) dalam PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik), dan upaya menghilangkan inequal treatment antara penjual offline dan online terkait kewajiban kepemilikan Angka Pengenal Impor, NIB, dan lainnya," tuturnya.

Dari sisi pembiayaan, Kemenkop UKM juga mencoba memberikan kemudahan bagi UMKM, penyiapan regulasi KUR kecil tanpa jaminan hingga Rp100 juta, serta pagu kredit untuk UMKM diperbesar hingga Rp20 miliar.

"Peran perguruan tinggi sangat strategis dalam memberikan akses informasi, pengetahuan, digitalisasi, maupun teknologi bagi mahasiswa/UMKM untuk menjadi wirausaha/start-up sukses dengan penerapan inovasi teknologi," pungkas Teten. (Des/OL-09)

Baca Juga

Ist

BUMN Didorong Perbesar Atensi Bagi Pelajar dan Perempuan

👤Mediaindonesiacom 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:30 WIB
Dengan bertambahnya kualitas pengetahuan bagi pelajar dan pendapatan kaum perempuan, maka BUMN berperan besar dalam peningkatan kualitas...
MI/ Susanto

Misbakhun Tuding Sri Mulyani tak Rasional soal Pajak Sembako

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:10 WIB
Politikus Partai Golkar itu pun menyeret Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianggap bertanggung jawab atas wacana...
MI/ARYA MANGGALA

Menhub: Pergerakan Pesawat Domestik Semakin Membaik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:00 WIB
Kemenhub terus berupaya membuat kebijakan yang mendorong peningkatan pergerakan pesawat di tengah masa pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perangkat Terenkripsi Jerat Penjahat di Seluruh Dunia

LEBIH dari 800 penjahat telah ditangkap di seluruh dunia seusai dijebak menggunakan aplikasi pesan terenkripsi yang dijalankan FBI.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya