Rabu 09 Juni 2021, 11:53 WIB

Pemerintah Butuh Rp8,6 Triliun untuk Perluasan Palapa Ring

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Butuh Rp8,6 Triliun untuk Perluasan Palapa Ring

MI/USMAN ISKANDAR
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tana Toraja Berthy Mangontan mengakses website Palapa Ring di Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

 

PEMERINTAH, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), akan melakukan integrasi Palapa Ring dengan usulan total jaringan sepanjang 12.083 km atau bertambah 40%. Adapun masing-masing terdiri dari 8.203 km kabel darat dan kabel laut sepanjang 3.880 KM.

"Konstruksi dan pergelaran yang akan dilakukan dari 2022 sampai dengan 2023 meliputi nilai total capital expenditure sekitar Rp8,6 triliun dengan kebutuhan anggaran Rp3,5 triliun untuk 2022 dan 5,1 triliun di 2023," jelas Menteri Kominfo (Menkominfo) Johnny G Plate dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Untuk penyediaan kapasitas satelit, Menkominfo menyebut, saat ini, telah tersedia dan beroperasi satelit berkapasitas 21 gigabyte per second (Gbps).

Baca juga: Metrodata Bagikan Dividen Rp90,85 Miliar bagi Pemegang Sahamnya

Di tahun ini, Kominfo akan menambahkan kapasitas sebesar 9 Gbps dan di 2022 dilakukan penambahan 7 Gbps.

"Sampai 2024 nanti akan tersedia kapasitas satelit sekitar 117 gigabyte per second," ujar Politisi NasDem itu.

Di tahun ini juga, Kominfo menargetkan menyelesaikan 4.200 Base Transceiver Station (BTS) dan dilanjutkan di 2022 sebanyak 3.704 BTS baru.

Menurut Johnny, penyelesaian pembangunan BTS hingga 2024 diharapkan mencapai 9.586 BTS telah terbangun dan beroperasi penuh.

Mengenai penyediaan akses internet, Menkominfo menjelaskan penyediaan akses internet baru saat ini berjumlah 4.574 titik pada 2021. Data tersebut melengkapi 11.817 titik akses internet yang telah tersedia sebelumnya.

"Di 2022, akan dilakukan penggelaran akses 22.000 titik secara masif dan terus meningkat tiap tahunnya hingga tersedia 78.391 titik akses internet pada akhir 2024 nanti," tandasnya.

Sebelumnya, Johnny menuturkan, melalui Kominfo dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), pihaknya telah menyelesaikan pembagunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring paket Barat, Tengah, dan Timur sejak 2019 lalu.

Sejak selesai dibangun dan bisa digunakan secara komersial, utilisasi Palapa Ring Barat pada Maret 2021 lalu mencapai sekitar 50%, sementara wilayah Tengah dan Timur masing-masing mencapai 20%, ditinjau dari kapasitas terpasang.

"Untuk meningkatkan utilisasi itu, dibutuhkan juga pemanfaatan terhadap kapasitas terpasang," kata Johnny, di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Firkir Yusuf

Luhut : Pengetatan saat Nataru Jadi Prioritas Bagi Pemulihan Ekonomi 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 Desember 2021, 23:42 WIB
"Kehati-hatian dalam menghadapi Nataru harus menjadi prioritas bagi pemulihan ekonomi yang lebih cepat,” jelas...
Dok. MI

Pertamina Dikomplain Presiden, Legislator : Menteri BUMN Harus Evaluasi Komisaris 

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 03 Desember 2021, 23:37 WIB
Andre memberi contoh sejumlah proyek yang membutuhkan persetujuan adalah proyek RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Olefin Complex...
Dok.Ist

Ada Pandemi, Koperasi Binaan Binaan Pertamina Field Tambun Ini Malah Kebanjiran Order

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 23:20 WIB
 Permintaan akan rumput laut kering dan agar-agar rumput laut yang dihasilkan oleh Koperasi Mina Agar Makmur cukup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya