Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Non Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM-CSSTC), melakukan peningkatan kapasitas SDM pertanian tentang budidaya pertanian. Peningkatan dilakukan melalui kegiatan Online Training Course on Hydroponic Technology of Vegetable Cultivation.
Pelatihan berbasis Learning Management System (LMS) ini dilaksanakan 27-28 Mei 2021, dan diikuti oleh 54 peserta dari berbagai negara yaitu Fiji, Solomon, India, Nepal, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, dan Indonesia.
Menjadi pemateri yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian.
“Salah satu fokus kita adalah meningkatan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian," ujar Mentan SYL.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan kegiatan ini akan mendukung 3 program aksi BPPSDMP untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan Presiden RI dan Menteri Pertanian.
“Tiga program aksi adalah penguatan Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), membangun 2,5 juta petani milenial dan mendukung program Kementerian Pertanian lainnya terutama Food Estate,” katanya.
Pelatihan berbasis LMS menuntut peserta belajar secara mandiri melalui website elearningbbpplembang.com. BBPP Lembang menyelenggarakan sosialisasi penggunaan LMS 3 hari sebelum pelaksanaan pelatihan tatap muka melalui zoom cloud meeting.
Hal tersebut disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika bahwa peningkatan SDM pertanian melalui pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi adalah suatu keharusan di era Revolusi Industri 4.0. “E-Learning yang kami selenggarakan ini merupakan upaya mendukung program Kementerian Pertanian mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” tuturnya.
Peserta diwajibkan mempelajari secara mandiri dan mendownload materi- materi pelatihan baik berupa modul, bahan tayang, dan video tentang instalasi hidroponik berbagai sistem seperti wick system, NFT, DFT, irigasi tetes dan aeroponik, meracik nutrisi hidroponik serta persemaian penanaman dan pemeliharaan tanaman hidroponik.
"Diharapkan saat sesi tatap muka melalui zoom, peserta dan fasilitator banyak berdiskusi tentang pertanian hidroponik, permasalahan dan solusinya," sambungnya.
Pembukaan pelatihan sendiri dilakukan Kamis (27/5/2021), oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati.
Menurutnya, hidroponik adalah teknologi budidaya tanaman yang mampu menghemat semua sumberdaya yang dibutuhkan dalam agribisnis pertanian.
"Kerjasama peningkatan SDM pertanian yang terjalin antara Kementerian Pertanian dan NAM-CSSTC merupakan langkah strategis sebagai upaya meningkatkan SDM pertanian di berbagai negara dengan potensi pertanian yang baik,” jelas Leli.
Duta Besar NAM-CSSTC, Diar Nurbintoro menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian tentang kerjasama pelatihan ini.
“NAM-CSSTC merespons baik bagaimana cara meningkatkan produktivitas pertanian di dunia, khususnya di negara-negara yang potensi pertaniannya besar,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Duta Besar Fiji, Amena Yauvoli, yang hadir pada sesi syncronous melalui zoom. Ia menyampaikan bahwa kerjasama ini untuk meningkatkan kapasitas penyuluh di wilayah Fiji.
Widyaiswara BBPP Lembang, Fiadini Putri dan Sani Hanifah, sebagai fasilitator pelatihan, menjelaskan tentang teknologi pertanian hidroponik secara umum yang diaplikasikan di Indonesia dan juga di BBPP Lembang.
Dijelaskan pula tentang beberapa sistem dalam teknologi hidroponik yang bisa diterapkan, baik skala rumah tangga maupun skala bisnis. Fasilitator juga menjelaskan teknis pembuatan instalasi berbagai sistem dalam hidroponik.
Pada hari kedua, dijelaskan tentang bagaimana meracik nutrisi pada budidaya hidroponik dan bagaimana proses persemaian, penanaman, dan pemeliharaan tanaman hidroponik.
Diskusi berjalan antara fasilitator dan peserta. Berbagai pertanyaan, respon, sharing disampaikan oleh peserta terkait hidroponik di negaranya masing-masing dan bagaimana peserta menggali informasi tentang budidaya hidroponik di Indonesia.
Salah seorang peserta dari Kamboja, Sarorn Thoeun, menyampaikan kesannya mengikuti pelatihan.
“Saya merasa terhomat bisa menjadi salah satu peserta yang mengikuti Pelatihan Hidroponik selama 2 hari ini. Presentasinya sangat baik didukung alat peraga yang sangat mendukung setiap penjelasan yang disampaikan," jelas Sarorn Thoeun.
"Saya mempelajari tentang teknologi pertanian hidroponik, bagaimana instalasinya, peracikan nutrisi, dan lainnya. Saya yakin pelatihan ini sangat membantu dan semoga training ini berkelanjutan sehingga akan banyak petani muda yang mengaplikasikan pertanian hidroponik baik skala rumah tangga atau bisnis,” ujarnya.(RO/OL-09)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Agar berkelanjutan, tim pengabdian USK menyerahkan instalasi hidroponik bertenaga surya kepada desa itu.
Panel surya yang dipasang tidak hanya membantu sistem irigasi hidroponik, tapi juga memperkuat efisiensi energi di kawasan perkotaan.
Pola budi daya di lahan terbuka membuat media tanam tidak terkendali.
Pertanian vertikal hidroponik ini menghasilkan 2 ton sayuran per bulan, dipasarkan melalui marketplace dan didistribusikan ke hotel serta restoran.
BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat, memperkenalkan pertanian modern kepada 140 petani.
Solar panel efisien dan cocok diterapkan di lingkungan perkotaan. Dengan menggunakan energi terbarukan, biaya operasional bisa ditekan dan lingkungan pun tetap terjaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved