Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan tidak akan mengganti uang nasabah yang dilaporkan hilang, yakni sebesar Rp128 juta.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, perusahaan pelat merah mengaku sudah menyelidiki insiden tersebut.
Berdasarkan investigasi internal perusahaan atas laporan kehilangan dana nasabah milik Asrizal Askha, transaksi yang disanggah bersifat sah dengan kartu mandiri debit dan PIN yang sesuai.
"Sehingga, Bank Mandiri tidak bertanggung jawab dan tidak dapat memberikan penggantian atas dana yang hilang tersebut," ungkap Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Atturidha dalam keterangan resmi, Minggu (23/5).
Baca juga: Nasabah Bank BUMN Tidak Lagi Gratis Tarik Tunai di ATM Link
Sesuai rekaman pengaduan nasabah ke call center 14000, Bank Mandiri memperkirakan nasabah telah menjadi korban kejahatan dengan modus penukaran kartu debit dan penguasaan PIN. Pasalnya, kartu debit yang dipegang nasabah berbeda dengan kartu debit yang terdaftar di Bank Mandiri.
"Sedangkan, kartu yang dipakai bertransaksi tidak lagi dalam penguasaan nasabah. Kami juga telah menyampaikan dan menindaklanjuti permasalahan tersebut kepada nasabah dan pihak terkait lainnya," imbuh Rudi.
Bank Mandiri pun mengimbau seluruh nasabah untuk menjaga kartu mandiri debit dan kerahasiaan nomor PIN. Serta, tidak memberitahukannya ke orang lain, termasuk pihak yang mengaku karyawan Bank Mandiri. ngkas Rudi.
Baca juga: BI: Transmisi Kebijakan Suku Bunga Perbankan Cenderung Lambat
Diketahui AsrizaL Ashaki, 49 tahun, menyatakan kehilangan uang tabungan sebesar Rp128 juta di Bank Mandiri pada 6 Februari 2021. Tepatnya, saat dirinya memeriksa rekening tabungannya.
Pengalaman tersebut menyebar di media sosial. Pemilik akun @Hlmimisan pun mengunggah sebuah surat laporan atas hilangnya uang ratusan juta tersebut.
"128juta HILANG. Bapak umur 49th sudah nabung bertahun-tahun, pihak bank berdalil transaksi sah, CS bilang angka kartu debit dimiliki dua kartu, lah kok bisa2nya transaksi dianggap sah dan uang tidak diganti. Bahkan OJK dan BI gabisa bantu, hasilnya NIHIl. Waduh serem juga bank lama-lama," tulisnya.(OL-11)
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1).
Bank Mandiri mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025.
PT Bank Mandiri Tbk memperkuat stabilitas layanan keuangan nasional dengan menyiapkan uang tunai bersih Rp25 triliun.
Adopsi layanan digital semakin kuat terlihat dari 91% pembukaan rekening yang kini telah dilakukan melalui Livin’ by Mandiri.
Mandiri Investasi optimistis, produk investasi yang saat ini sedang menunggu diterbitkannya aturan dari OJK tersebut akan mendapat animo tinggi dari investor baik institusi maupun ritel.
Promo ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembayaran digital dan menghadirkan kemudahan bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan.
Polda Metro Jaya menangkap eks karyawan Bank Jago berinisial IA karena diduga menggelapkan dana nasabah yang diblokir perusahaan sebesar Rp1,3 miliar.
BP Tapera bekerjasama dengan tujuh manajer investasi (MI) papan atas nasional untuk mengelola dana tabungan perumahan rakyat.
AT, pegawai bank, telah menarik tabungan nasabah selama 1 tahun dan mengakibatkan kerugian negara Rp6,4 miliar.
Keberadaan RDN Online BSI di industri perbankan syariah menciptakan peluang bisnis dan pertumbuhan di pasar modal syariah Indonesia.
Empat pejabat Thailand dipecat karena memiliki lebih dari 2 miliar bath di rekening mereka.
BARESKRIM Polri memblokir 144 rekening yang terafiliasi dengan Pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang. Transaksi di ratusan rekening itu mencapai Rp1,1 triliun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved