Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN ekonomi saat ini semakin cepat dan menghadirkan beragam peluang dalam mengembangkan kekayaan. Pesatnya perkembangan teknologi digital turut mempermudah akses ke berbagai pilihan instrumen investasi.
Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang ragu dalam memanfaatkan peluang dan kemudahan yang ada, dikarenakan kurangnya waktu dan informasi untuk mengkaji perkembangan pasar. Alhasil, tidak sedikit yang kemudian memilih untuk menyimpan dana yang dimiliki di produk tradisional seperti deposito ataupun tabungan biasa.
Baca juga: Tahan Banting Di Masa Pandemi, Perbankan Syariah Dekati Milenial
Di sinilah bank, khususnya bank prioritas, dapat berperan sebagai mitra keuangan yang secara aktif menelaah potensi pengembangan kekayaan, yang mencermati preferensi dan aspirasi nasabah. Proses pengambilan keputusan keuangan akan semakin lebih mudah dengan adanya intuitive wealth management strategy, sehingga nasabah dapat yakin untuk melakukan investasi akurat di saat yang tepat.
Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung memaparkan hal tersebut. Menurutnya, ada tiga yang mesti dilakukan bank saat ini. Pertama, proaktif dalam menganalisa peluang, bukan hanya saat diminta. Kedua, memiliki tim ahli yang handal dan berpengalaman, dan ketiga mempunyai kapabilitas teknologi digital.
“Transformasi DBS Treasures dilakukan karena menyadari bahwa adaptasi dan inovasi merupakan kunci utama dalam memberikan layanan yang selaras dengan tren dan perkembangan dunia. Komitmen untuk inovasi digital berkelanjutan telah kami lakukan sejak 2017 melalui peluncuran Aplikasi digibank by DBS. Saat ini melalui Aplikasi digibank by DBS, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi keuangan termasuk pembelian produk Obligasi Pasar Perdana dan Sekunder, transfer valas ke lebih dari 20 negara bebas biaya, dan konversi 10 mata uang asing secara real-time,” ujar Rudy Tandjung.
“Tahun ini kami menerapkan tiga hal tambahan dalam layanan prioritas kami, proses kerja yang berbasis data, customer science sebagai rangka utama penyajian strategi keuangan dan adanya team of experts yang mendukung setiap nasabah, yaitu tim tersertifikasi yang terdiri atas Data Scientist, Market Intelligence, Product Specialist dan tentunya Relationship Manager. Dengan 3 terobosan ini, kami berharap nasabah dapat lebih yakin dalam mengambil keputusan keuangan sehingga semakin optimal dalam mengembangkan kekayaan.”
Hal senada dikatakan seorang nasabah DBS Treasures asal Surabaya, LV Lesmana. “DBS Treasures memberikan insight tentang kondisi pasar dan situasi ekonomi makro yang mudah dimengerti. Relationship Manager saya mudah dihubungi dan responsif, termasuk dalam memberikan alternatif investasi yang menguntungkan, seperti Sukuk dan ORI.”
“Ke depan, kami sedang mempersiapkan beberapa hal seperti fitur pembelian Reksa Dana secara online melalui aplikasi digibank by DBS serta roboadvisory atau saran keuangan yang mengandalkan algoritma oleh artificial intelligence dan analisa tim ahli kami. Harapan kami, hal ini akan semakin mempermudah nasabah,” ujar Rudy. (RO/A-1)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved