Kamis 08 April 2021, 09:15 WIB

Akademisi IPB: Fluktuasi Harga Cabai Adalah Siklus Musiman Biasa

mediaindonesia.com | Ekonomi
Akademisi IPB: Fluktuasi Harga Cabai Adalah Siklus Musiman Biasa

ANTARA

 

PENGAMAT pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan, bahwa dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur rurun.

Menurut Dwi Andreas, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi. Siklus ini bahkan sudah diamati dirinya sejak 7 tahun lalu dan dijumpai setiap puasa dan lebaran. Saat itu harga komoditas utama seperti cabai, bawang, dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrem. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," ujar Dwi Andreas dalam sesi program bisnis TvOne, Rabu, 7 April 2021.

Di sisi lain, kata Dwi, kondisi harga subsektor tanaman pangan sejauh ini dalam kondisi yang wajar. Hal ini bisa dilihat dari data margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tanaman pangan selama 5 tahun terakhir.

"Kalau kita melihat data MPP hortikukultura memang relatif tinggi, bahkan bisa 60%. Tapi kalau MPP untuk tanaman pangan selama 5 tahun ini masih dalam batas wajar, yakni sekitar 20%."

"Apalagi kalau kita kaitkan dengan pembelian cabai dengan harga yang mahal itu kadang-kadang memilki dampak bagus, karena membantu peningkatan kesejahteraan petani," katanya.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini mengatakan, bahwa ke depan harus ada analisa yang dalam mengapa kondisi harga di lapangan mengalami lonjakan.

"Saya setuju kalau kenaikan ini karena siklus, tapi bukan siklus yang biasa saja. Perlu anasilis yang dalam seperti apa dan kira kira sampai berapa lama kenaikan ini terjadi. Saya kira ini sangat penting sebab petani butuh kepastian," katanya.

Komisi IV, kata Anggia, akan melakukan pengecekan langsung mengenai situasi yang terjadi di lapangan. "Minggu ini kita akan datang ke pasar dan ke Bulog untuk mengecek langsung seperti apa situasi harga di lapangan," katanya.

Asosiasi Pedagang Pasar, Ngadiran, juga menyampaikan keyakinan yang sama. Ia yakin bahwa kondisi harga-harga di lapangan akan kembali pulih dalam waktu dekat. Meski demikian, ia meminta pemerintah tetap memberi kepastian, agar masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.

"Kondisi saat ini bulan puasa belum masuk, tapi ada beberapa komoditi yang harganya masih bertahan di atas. Untuk cabai memang sudah turun, tetapi kalau naik, untungnya harus benar-benar sampai ke tingkat petani," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

MI/Dok Kemenag RI

Mastuki: Bahan Halal Mendesak Disiapkan

👤Siswantini Suryandari 🕔Senin 12 April 2021, 05:30 WIB
Untuk pemenuhan bahan halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal mendorong perguruan tinggi melakukan riset dan...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Krisis Listrik, PLN Batu Bara Harus Bisa Beri Solusi

👤Siswantini Suryandari 🕔Senin 12 April 2021, 05:00 WIB
Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) meminta kinerja PT PLN Batubara untuk memberikan contoh baik dalam memegang komitmen bisnis dengan mitra,...
thecornishfishmonger.co.uk

Kadin Dukung Lombok jadi Pusat Budidaya Lobster Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 01:00 WIB
Infrastruktur tambahan yang penting perlu dibangun agar proses budidaya ini bisa benar berhasil hingga siap diserap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya