Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DANA Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2021 menjadi 4,3% dibandingkan prediksi mereka saat Januari dahulu, yang sebesar 4,8%. Di saat proyeksi IMF terhadap ekonomi global justru naik menjadi 6% dari 5,5%.
Menurut peneliti Center for Strategic and International Studies ( CSIS), Fajar B. Hirawan revisi IMF sangat berdasar. Sebab sektor konsumsi yang menjadi kunci, masih dibayangi pesimisme jika dilihat dari perkembangan indeks keyakinan konsumen (IKK).
"Jadi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor konsumsi sebesar 55-58 persen, wajar jika IMF menurunkan proyeksinya terhadap Indonesia," kata Fajar, saat dihubungi, Rabu (7/4).
Adapun dari sisi produksi sebenarnya sudah rebound yang ditunjukkan dengan angka indeks PMI di atas 50 sampai dengan Maret 2021.
Selain itu, seharusnya memang pemerintah sudah memiliki pengalaman dalam pengelolaan dana PEN tahun lalu. Seharusnya ini juga menjadi faktor kunci apakah Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 4-5 persen tahun ini. Salah satunya untuk mendorong permintaan, pemerintah menggenjot melalui stimulus kredit.
"Makanya pembebasan PPNBM mobil up to 2.500cc, kredit kepemilikan rumah dan apartemen, dan kredit konsumsi lain harus benar-benar berjalan sesuai dengan harapan," kata Fajar. (OL-13)
Baca Juga: Pemerintah Subsidi Ongkir Rp500 miliar Jelang Harbolnas Lebaran
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
SUVEI Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Februari 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat di tengah isu naiknya harga minyak dunia.
Samyang Foods Indonesia mengumumkan penyesuaian harga pasokan ritel tahap kedua. Ini dilakukan untuk meningkatkan keterjangkauan dan memperluas akses konsumen.
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Meningkatnya kompleksitas teknis konsol gim menjadikan proses perbaikan perangkat hiburan digital sebagai aktivitas berisiko tinggi apabila tidak ditangani secara tepat.
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian serba cepat dan berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved