Selasa 23 Maret 2021, 14:32 WIB

Perintis FTT Masuk Daftar 30 Orang Terkaya Sejagat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Perintis FTT Masuk Daftar 30 Orang Terkaya Sejagat

dok.pribadi
Muhammad Kurnia Bijaksana, trader kawakan asal Bandung dan pendiri Crypto Legend Indonesia.

 

ASET kripto FTT (FTX Token) memang masih baru, namun perintisnya Sam Bankman-Fried tahun ini masuk dalam daftar 30 orang terkaya di dunia di bawah usia 30, versi Forbes. Kekayaan Sam Bankman-Fried mencapai Rp144 triliun.

Sam Bankman-Fried  dikenal luas sebagai Pendiri dan CEO bursa aset kripto FTX.com. "Sebelum ia dan rekannya membidani tempat beli-jual aset kripto, tokenized stock dan valas itu, ia dan sahabatnya mendirikan Alameda Research pada tahun 2017. Perusahaan itu bergerak di bidang perdagangan kuantitatif," ungkap Muhammad Kurnia Bijaksana, trader kawakan asal Bandung, dalam keterangannya, Selasa (23/3)

Sebelum masuk industri aset kripto, jelas Kurnia Bijaksana, Sam bekerja di Jane Street Capital, selepas dari bangku Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2014. Kendati belajar fisika di kampus ternama itu, Sam memilih bekerja sebagai trader di perusahaan itu, lalu mendirikan Alameda Research.

Tak perlu waktu lama baginya untuk berencana membuat perusahaan baru di sektor aset kripto yang tengah tumbuh. Pada tahun 2019, bersama sejumlah sahabatnya, dia mendirikan bursa aset kripto FTX.com. Bursa itu fokus pada perdagangan aset berjenis derivatif.

Tak hanya aset kripto, di FTX.com kini terkenal sebagai bursa tempat beli-jual valuta asing dan saham-saham ternama. Saham Tesla (TSLA), Twitter, Apple adalah 3 dari sekian banyak saham yang diperdagangkan di FTX.com.  Saham dalam hal ini adalah tokenized stock yang dibuat sama seperti aset kripto. Cara ini mempermudah siapapun untuk membeli saham-saham unggulan asal AS itu.

"Sam memang fokus di bursa aset kripto berjenis derivatif dan jarang absen mengemukakan pendapatnya di depan publik," sebut Kurnia.

Itulah yang menjadikan FTX.com melaju cepat masuki di 10 besar bursa aset kripto untuk kategori derivatif versi Coinmarketcap.com. Data terkini per 21 Maret 2021, FTX.com berada di peringkat ke-6, dengan volume 24 jam mencapai Rp84 triliun. Angka sebesar itu adalah "angka idaman" bagi perusahaan aset kripto manapun di dunia ini.

Aset Kripto FTT

Adalah lazim sebuah bursa aset kripto membuat token/aset kriptonya sendiri. Dalam konteks branding, FTX Token (FTT) mewakili keterikatan perusahaan dengan para penggunanya. Sedangkan kegunaannya, adalah sebagai reward dan sejumlah kemudahan lain.

"Misalnya, untuk layanan Over The Counter (OTC), menggunakan FTT bisa mendapatkan rabat alias potongan harga ataupun biaya transaksi. Demikian pula di perdagangan biasa, penggunaan FTT adalah instrumen untuk mendapatkan diskon biaya order jual dan beli," sebut Kurnia yang juga Pendiri Crypto Legend Indonesia itu.

Selain itu, staking FTT di FTX juga dapat memberikan gratis biaya withdraw. Ini adalah jawaban atas biaya penarikan yang sangat mahal atas transaksi yang menggunakan protokol ERC-20.

Menurut Kurnia, mengingat FTT bersifat bisa dipertukarkan dengan aset lain, maka kegunaanya itu menjadikannya bernilai. "Pada 26 Agustus 2019, harga per FTT baru US$1,3. Dengan semakin popularnya FTX.com, harga FTT tertinggi sepanjang masa, mencapai US$42,8 pada 15 Maret 2020 lalu. Secara year-to-date (sejak 1 Januari 2021), harganya sudah melonjak hingga 500 persen," ujar Kurnia.

Kurnia juga memprediksi bahwa FTT berpotensi naik mencapai nilai US$45-50 dalam beberapa bulan ke depan, dikarenakan beberapa indikator teknikal yang masih menunjukkan pertanda bullish yang kuat, ditambah industri aset kripto masih bergairah.

Satu hal yang menarik, FTT dirancang agar bisa dimusnahkan, agar jumlah unitnya menjadi lebih sedikit. Dalam dunia blockchain ini disebut sebagai proses burn. "Jadi, ketika jumlahnya semakin langka dan permintaan terhadap FTT meningkat, maka bisa meningkatkan nilai dan harganya. Proses burn digelar secara berkala," sebut Kurnia.

Total pasokan FTT adalah 339.465.910 FTT. Sedangkan yang sudah di-burn adalah 10.534.090 FTT. "Kini unit FTT yang beredar adalah 127.191.702 FTT. Berikutnya FTT yang akan di-burn senilai US$2.247.404," pungkas Kurnia. (OL-13)

Baca Juga:Harga Bitcoin Melseat, Saatnya Pertimbangkan Aset Kripto

Baca Juga

MI/MOH IRFAN

Konsumsi Premium Susut, Pemerintah bakal Subsidi Pertalite

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:46 WIB
"Premium itu sudah sedikit di kita, sekitar 0,3%. Itu nanti akan secara natural akan habis dan kemudian Pertalite yang akan...
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

DPR Desak Perbaikan Tata Kelola Batu Bara untuk Tanggulangi Krisis

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:45 WIB
Salah satu penyebab kritisnya pasokan batu bara nasional, dipacu oleh kenaikan harga batu bara di...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Holding dan Dua Subholding di Bawah PLN Ditargetkan Rampung pada 2025

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:33 WIB
"Kita akan tuntaskan ini di tahun ini. Enam bulan sebelum akhir tahun kita akan ada virtual holding seperti yang kita lakukan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya